0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Mendaur ulang tentunya sangatlah bagus, tetapi jika bisa memakai ulang akan lebih bagus. Salah satu yang melakukan hal tersebut adalah tas yang dibuat oleh studio Escama. Minuman kaleng semakin banyak dikonsumsi disekitar kita sehingga membuat sampah dari minuman kaleng tersebut semakin menumpuk.

 

Sungguh suatu ide yang sangat unik dengan mengunakan bahan dari cincin pembuka pada minuman ternyata , studio tersebut dapat memodifikasi menjadi berbagai bentuk tas tangan yang unik serta produk mode lainnya. Tim Escama adalah sebuah perusahaan mode berkelanjutan yang berbasis di California , Amerika Serikat dan Brazil.

escama

Asal usul nama Escama

Nama Escama diambil dari bahasa Portugis yang berarti ‘sisik ikan’. Nama itu dipilih karena produk andalan mereka terbuat dari cincin penarik dari tutup kaleng yang menyerupai sisik dari bahan logam.Produk mode ini dipasarkan terdiri dari berbagai jenis antaranya tas , baju, rompi serta beberapa aksesori yang tak kalah unik misalnya kalung dan anting.

 

Semua bahan merupakan 100 persen hasil daur ulang cincin alumunium. Mereka membelinya dalam jumlah besar di pusat daur ulang yang terletak di Brasília, Brazil. Ada pun proses pengelolaan cincin dari kaleng minuman yaitu pada awalnya  dicuci dan dibilas beberapa kali dengan air bersih lalu tak lupa  didesinfeksi agar kuman yang terdapat pada kaleng hilang. Selanjutnya ujung-ujung cincin yang tajam dipoles dan dipangkas.

 

Tas pundak Socorro adalah jenis yang paling diminati sejak pertama kali diluncurkan. Tas tersebut merupakan hasil karya dari Francisca Ribeiro de Souza di akhir tahun 2003. Harganya berkisar 60 hingga 550 dollar  tergantung dari jenis dan model dari tas tersebut. Kini, para perajin dan desainer telah mulai mengembangkan model lainnya yang tak kalah menariknya.

 

Para perajin selain produsen kontrakjuga para pegawai yang bekerja di studio. Kerja sama ini akhirnya turut mendorong meningkatnya mata pencaharian para seniman wanita di Brazil. Pada awal mulanya yaitu pada tahun 2004, para seniman hanya sebanyak 12 orang yang memproduksi aksesoris untuk Escama. Saat ini jumlahnya semakin bertambah menjadi lebih dari 100 orang.

escama

Escama dan Sistem Fair Trade

Di balik hasil karya yang mereka buat masing-masing memiliki kisah perjalanan yang berbeda-beda. Pembayaran diberikan kepada pengrajin pun diberikan secara kompetitif dan layak untuk setiap produk yang mereka produksi. Pendapatan yang dihasilkan juga lebih tinggi dari upah bulanan minimum di Brazil.

 

Escama juga merupakan anggota Federasi Perdagangan Berkeadilan (FTF), sehingga mengikuti prinsip perdagangan dengan menawarkan upah yang adil untuk setiap produk.Dalam situs web resmi escamastudio.com, perusahaan ini mengklaim sebagai inovator yang menggunakan kembali benda yang sudah dibuang dan diolah kembali hingga menghasilkan nilai yang lebih tinggi (upcycling).

 

Misi yang ingin diciptakan oleh Escama adalah menciptakan mode yang terkini serta mempromosikan kerajinan tangan melalui perusahaan perdagangan yang adil atau secara fair trade.

 

escama

Bagikan ini: