0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia telah mencari cara untuk memerangi limbah plastik yang semakin bermunculan dengan cara-cara inovatif, salah satu caranya adalah dengan gelang tikos dari Amerika. Cape Clasp, sebuah perusahaan yang berbasis di Falmouth, Massachusetts, adalah contoh dari bisnis yang mengutamakan kebersihan laut. Gelang ini terbuat dari plastik daur ulang yang berasal dari lautan.

gelang tikos

Gerakan #makewave Dari Gelang Tikos

Sejak awal, perusahaan ini telah berkomitmen untuk misi mereka yaitu #makewave demi kehidupan laut. Seiring berjalannya waktu, mereka menyadari bahwa hal tersebut adalah tanggung jawab mereka sebagai merek untuk tidak hanya mendukung mitra nirlaba, tetapi juga untuk melihat dengan seksama bagaimana bisnis dan kebiasaan sehari-hari kita berdampak pada lautan dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jejak lingkungan tersebut.

 

Perjalanan ini telah berlangsung paralel dengan seruan yang terus berkembang untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai. Dan ini menjadi alasan yang bagus untuk memerangi limbah plastik. Sebab, delapan juta ton plastik masuk ke lautan setiap tahunnya atau sekitar dua truk sampah dalam setiap menit.

gelang tikos

Gelang Tikos Dari Limbah Plastik Lautan

Plastik adalah bahan yang murah, ringan, dan mudah dibuat, sehingga tidak mengherankan bahwa bahan tersebut telah menjadi pilihan utama bagi perusahaan besar di seluruh dunia. Diperkirakan 4 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahun, di Amerika saja sekitar 14 miliar penggunaan kantong plastik. Selain itu 1 juta botol plastik dibeli setiap menit di seluruh dunia.

 

Tetapi dengan kenyamanan tersebut tentunya mendatangkan biaya lain terhadap bumi ini. Planet bumi telah menderita dengan mengorbankan kecanduan kita terhadap plastik. Diperkirakan 1 juta hewan laut terbunuh setiap tahun karena tersangkut plastik atau menelannya. Termasuk 90% burung laut telah memakan plastik yang berada di lautan.

 

Jika  hal ini tidak di tanggulangi maka pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan. Jumlah plastik di lautan diperkirakan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030. Sangat mudah untuk merasa putus asa ketika membaca statistik ini. Tetapi, jika kita semua berjanji untuk memikirkan kembali kebiasaan kita sehari-hari, tindakan kolektif dapat membuat dampak yang berarti dan mengubah kecanduan kita pada plastik.

 

Itulah mengapa perusahaan tersebut menciptakan tikos gelang tangan yang terbuat dari 100% plastik lautan yang telah di daur ulang. Setiap gelang mempunyai arti dengan janji dan warna yang berbeda sebagai pengingat untuk para pemakainya.

 

Tidak menggunakan sedotan adalah pengingat untuk gelang berwarna hitam, tidak menggunakan gelas sekali pakai adalah pengingat untuk gelang berwarna teal, agar selalu membawa tas belanja sendiri yang dapat digunakan kembali adalah pengingat untuk gelang berwarna biru navy, dan gelang berwarna tan atau krem adalah pengingat untuk selalu membersihkan pantai.

 

Perlu diketahui bahwa setiap pembuatan gelang plastik tersebut setara dengan 100 botol plastik yang dibuang di lautan. Dengan membeli gelang tikos berarti mendukung salah satu cara berkelanjutan untuk menjaga planet ini.

 

gelang tikosgelang tikos

Bagikan ini: