“Do good in silence, and one day its echo will find its way back to you.”
Koper yang dibawa Mbak Patsy sudah hampir kosong dan entah mengapa, kisah itu menimbulkan sesuatu di dalam diri saya, semacam keheningan yang mengajak untuk merenung.
Ada kalimat yang sejak tadi berputar di kepala yaitu kebaikan selalu punya caranya sendiri untuk kembali. Mungkin tidak selalu dalam bentuk yang sama, tidak selalu lewat orang yang sama, tapi ia tak pernah benar-benar hilang.
Melihat Mbak Patsy tersenyum sambil berkata, “Puji Tuhan, barangku berkurang lima kilo,” membuat saya berpikir betapa seringnya kita lupa menghitung hal-hal kecil yang justru berarti besar.
Di dunia yang serba cepat ini, banyak orang sibuk mengejar hasil, padahal kadang hasil itu datang tanpa disadari, lewat jalan yang tidak pernah kita rencanakan.
Segala hal yang pernah kita beri dengan hati ringan seperti bantuan kecil atau perhatian yang sederhana. Balasannya mungkin tak datang dalam bentuk yang sama, tapi kebaikan itu kembali di waktu yang paling tak terduga.
Kisah Mbak Patsy hari itu seolah mengingatkan saya bahwa kebaikan bukan sekadar tindakan, melainkan putaran yang terus bergerak, menelusuri waktu, lalu suatu hari dengan cara yang lembut akan kembali menyentuh kita.
Dunia ini memang punya keseimbangannya sendiri karena apa pun yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalan pulang. Kebaikan itu berputar, walau kadang lambat atau masih jauh namun ia tak pernah kehilangan arah.
“Life is an echo. What you send out comes back. What you sow, you reap.” Zig Ziglar
Part 12.

