0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Practice puts brain in your muscles

 

“Repetition is the mother of learning, the father of action, which makes it the architect of accomplishment.”

Zig Ziglar

 

Suasana Boat Quay di pagi hari memang sangat romantic dan membuat saya terbawa suasana.

 

Saya dan Sophie  sarapan di salah satu meja restaurant  seafood yang kalau pagi masih tutup.

 

Sarapan telur rebus dan roti tawar gratis dari hostelpun tetap berasa seperti lagi menikmati French cuisine yang dibuat khusus oleh chef yang Michelin  3 star.

#tsaaahhh

 

Suasana rivernya yang tenang, airnya tidak hempas sana,hempas sini dan menikmati burung merpati yang jalannya maju mundur cantik ,cantiiikkk.

#bacanya sambil kibas rambut

 

Suasana romantic ditambah bangunan arsitek Eropanya mengingatkan saya dengan salah satu kota yang  sangat berkesan buat saya, Basel dengan Rhine Rivernya.

 

Jaman saya masih imut imut ( #ehem , tidak boleh protes, protes dilempar bunga ….dengan potnya),disaat jam makan siang tiba, saya dan dua sahabat saya dari Africa, Tilahum dan Michael langsung lari lari kecil (kadang juga lari terbirit birit kalau laparnya minta ampun ).

 

Kami  menyeberang rel tram ke chinese resto dan membeli satu porsi chicken sweet and sour dan nasi putihnya.Cuma beli satu porsi karena mahal bo’.Swiss gitu lhooo. #giggle

 

Hampir tiap hari kita kesana jadi ownernya sudah kenal dan senyum manis digabung senyum kelaparan  kami sukses mendapatkan nasi porsi jumbo dan kuah yang melimpah jadi satu porsi cukup untuk bertiga.

 

Setelah itu kami langsung naik tram menuju Rhine river. Duduk dipinggiran river sambil makan nasi ayam sweet and sour dengan kuah yang sangat panas dan makannya harus pakai tangan. Makan pakai sendok sensasinya beda. Oh Sejuta rasanya walaupun tangan kepanasan.

 

 

Sambil makan kita sibuk melambai lambai tangan ke kapal yang lewat sambil ketawa ketiwi ngobrol ngalor ngidul tentang apa saja ,beban kuliah rasanya langsung hilang.

 

Suasana keakraban dan view yang adorable saat itu yang membuat rasa makanan kami berasa seperti orang kaya Swiss yang tajir melintir lagi menikmati 3 course dinner mereka. Padahal apalah kami ini,hanya remah kerupuk di kaleng .

#puk puk

 

Karena sering sekali kami lunch di Rhine river, kami makin gesit dan terlatih,dalam waktu sejam sudah bisa bolak balik makan siang disana, demi viewnya yang mempesona. Awal awal sempat ketumpahan saus dan jatuh karena buru buru.

 

Kembali ke cerita di Singapore, setelah breakfast ,kami naik lagi ke hostel yang kebetulan pas didepan river dan cuci piring sisa sarapannya lalu check out.

 

Lalu kami menuju MRT station dan  tiba di station, trainnya datang dan kami naik ,tapi karena panik dan buru buru , kakinya Sophie masuk diantara pintu dan train platform.

 

Sophie langsung menarik kakinya keatas sebelum pintu trainnya tertutup. Begitu pintu tertutup, Sophie langsung menangis sangat keras , saya tentunya panik.

 

Me : Sophie, are you okay ,sayang ? lain kali , Sophie tidak usah ikut mama jadi Sophie tidak kejepit lagi kakinya.

 

Sophie :  ( sambil tetap menangis)  “You are totally wrong ,mama. How could you say like that !!!.You need to take me again with you.  I want to practice more and more and more and more and moreeeee  so this will not be happen again.If you don’t let me join you again, I will never learn”.

 

Me: “iya juga sih” #tepuk jidat

 

Sambil berpikir, dulu saya orangnya penakut, tapi karena mau keluar dari comfort zone, membuat saya banyak belajar tentang kehidupan.#tsaahh lagi

 

Jadi tiba tiba ingat kata pepatah , “hidup ini memang penuh rintangan, jika penuh rantangan , itu namanya catering”.

sarah beekmans sophiesarah beekmans sophiesarah beekmans sophiesarah beekmans sophiesarah beekmans sophiesarah beekmans sophiesarah beekmans sophie
Bagikan ini: