0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Priya Ahluwalia , desainer wanita dari Inggris yang merupakan lulusan dari program program Master of Art di University of Westminster, London, memenangkan total hadiah sebesar 50.000 Euro. Di tahun kedelapan penyelengaraan H&M design award, acara ini  menunjukkan serta membuktikan  komitmen jangka panjang dari perusahaan fashion dari Swedia H&M terhadap masa depan para generasi muda yang berbakat, dan membantu mendorong dunia fashion agar semakin maju.

 

Sejak Penghargaan Desain H&M pertama kali di selenggarakan pada tahun 2012, telah ada 4000 yang mendaftar dan lebih dari 100 lulusan telah mengambil bagian dalam penghargaan tersebut. H&M Design Award 2019 tahun ini terbuka untuk lulusan BA dan MA dari 42 sekolah desain terpilih di 17 negara. Untuk H&M, hal ini tentang mencari  talenta baru dan bertujuan untuk memberi penghargaan kepada lulusan terbaik dan mendorong kaum muda di seluruh dunia untuk memilih mode sebagai jalur masa depan mereka.

 

Priya Ahluwalia dengan Pakaian berkonsep Daur Ulang

Koleksi Ahluwalia yang menang pada kompetisi ini mengkombinasikan bahan daur ulang dengan kain berkelanjutan yang baru, semakin menunjukkan kepada dunia mode bahwa kemungkinan masa depan mode yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Perancang berumur 25 tahun kelahiran London ini memandang warisan Nigeria dan India-nya yang ada didalam dirinya membantu untuk mengungkap kisah industri limbah garmen, dan menunjukkan bagaimana pakaian bekas dapat digunakan dengan cara yang bermakna. Pakaian pria yang di desainnnya adalah pakaian olahraga.

 

Ahluwalia mengikuti jejak pemenang pada tahun 2017 lalu yaitu Richard Quinn, yang telah menjadi salah satu nama baru yang di bicarakan di dunia fesyen. Richard Quinn menjadi berita utama di dunia internasional ketika Queen Elizabeth II hadir pada acara fashion show nya dan duduk di barisan depan di acara AW18 tersebut di London Fashion Week pada Februari 2018. Sementara itu pemenang tahun lalu, Stefan Cooke, sekarang tampil di London Fashion Week Men sebagai bagian dari kolektif Fashion East dan karyanya sudah tersedia di toko-toko seperti Dover Street Market.

 

Priya Ahluwalia dan Daftar Finalis Lainnya

Finalis lainnya adalah:

Bo Xu  yang berasal dari London College of Fashion

Taman Bohyun – SADI Korea Selatan

Erica Bergamaschi – Polimoda ,Italia

Ervin Latimer – Aalto, Finlandia

Guusje de Bruin – Artez, Belanda

Hannah Vanspauwen – KASK, Belgia

Paolina Russo – Central Saint Martins, Inggris

Rebecca Szmidt – La Cambre, Belgia

Regina Weber – Weissensee, Jerman.

Masing-masing para finalis memenangkan 5.000 Euro sebagai pengakuan atas hasil karya  mereka.

 

Ahluwalia terpilih sebagai pemenang oleh juri internasional yang terdiri dari Christiane Arp yang merupakan pemimpin redaksi Vogue Jerman,  pemenang Penghargaan Desain H&M tahun lalu Stefan Cooke. Selain itu turut serta penyiar dan konsultan Camille Charrière; Sutradara gaya papan atas Jan-Michael Quammie; penulis Charlie Porter; Penasihat kreatif H&M Ann-Sofie Johansson dan Margareta van den Bosch.

 

Ahluwalia berhasil memenangkan hati para  juri terutama karena strategi berkelanjutannya yang mementingkan dampak sosial dan lingkungan, seperti yang disebutkan oleh Johansson. Johansson berkata bahwa Ahluwalia bekerja hanya dengan bahan-bahan klasik dan menggunakan pakaian bekas sebagai ide untuk desainnya. Hal ini adalah kesulitan yang kini telah berubah menjadi sesuatu  hal yang semakin penting bagi H&M.

 

Setelah lulus dengan gelar MA pada bulan Juni lalu, Ahluwalia meluncurkan Ahluwalia Studio, dan dana hadiah sebesar € 50,000 yang berhasil dimenangkan oleh Priya Ahluwalia akan membantu meningkatkan kesuksesannya dalam membesarkan studionya.

 

priya ahluwalia priya ahluwalia priya ahluwaliapriya ahluwaliapriya ahluwalia

Bagikan ini: