0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Detachment is not that you own nothing. Detachment is nothing owns you.”

Bus mulai menurunkan kecepatan. Dari kejauhan, tanda-tanda sudah sampai di Wanchai mulai terlihat dari gedung-gedung yang catnya sedikit pudar dan toko-toko kecil dengan papan nama yang nyaris tak terbaca.

Di antara bisikan rem yang menggigit aspal, suara dari bangku sebelah kembali terdengar. Mereka masih berbicara dengan suara yang nyaring dan cukup jelas untuk sampai ke telinga siapa pun yang duduk di sekitarnya.

 

“Dulu waktu pindah ke Hong Kong, saya sempat bersitegang dengan majikan cuma karena radio kecil,” kata salah satu dari mereka. “Katanya, buat apa bawa barang jelek yang sudah rusak?”

 

“Tapi dia tidak tahu, radio rusak itu  yang biasa diputar Ibu saya setiap sore. Lagu-lagunya dulu adalah suara rumah, sekarang hanya berdebu di sudut kamar, tapi jika saya buang, rasanya napas ini akan ikut hilang.” Ia tertawa pelan, tapi tawanya tidak menyentuh matanya.

 

Mungkin memang begitu. Kita pikir kita memiliki benda, padahal diam-diam, benda itu telah membentuk cara kita merasa, cara kita bertahan, bahkan cara kita pulang ke diri sendiri.

 

Sepertinya bukan tentang melupakan atau menghapus jejak yang pernah memberi arti, melainkan belajar menyayangi kenangan tanpa harus tinggal di dalamnya selamanya.

 

“Some memories stay with us not to hold us back, but to remind us how far we’ve come with love still in our hands.”

Part 26.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!