“The only real valuable thing is intuition.” Albert Einstein
Saya berdiri di depan meja dengan pembungkus plastic bercorak garis putih biru sambil melihat pilihan lauk yang tersisa. Tidak lama, seorang ibu di samping saya tersenyum kecil.
“Laju habis ni” katanya pelan sambil menunjuk ke beberapa wadah berbentuk kotak panjang yang sudah hampir kosong. Di sampingnya ada beberapa nampan dengan aneka camilan.
Saya mengangguk. “So it must be really good then.” Ia tertawa ringan. “Bukan saja nyaman, biasa sudah makan di sini, inda payah banyak pikir.”
Saya memperhatikan cara ia memilih. Tangannya bergerak tenang, tanpa ragu dan tanpa berhenti terlalu lama di setiap pilihan.
Seolah ia sudah tahu, tanpa perlu memastikan lagi. Berbeda dengan saya yang masih sempat melihat satu per satu.
Ia melirik saya sebentar. “Sometimes we overthink too much. What we’re looking for is often something we already know, deep down.” Saya tersenyum kecil, membiarkan kalimat itu menetap sedikit lebih lama.
Di tengah suara orang memesan, ada sesuatu yang terasa lebih jelas. Baginya, tidak semua hal perlu diyakinkan berulang kali. Ada yang cukup dikenali sekali lalu dipercaya tanpa perlu terus dibandingkan.
“The intuitive mind is a sacred gift and the rational mind is a faithful servant.”
Albert Einstein
Part 22.

