Andy Goldsworthy yang lahir di Cheshire pada tanggal 26 Juli 1956 adalah seorang pematung, fotografer dan seorang environmentalist dari Inggris yang menghasilkan patung dan seni tanah. Ia merupakan seniman Inggris yang luar biasa dan inovatif karena mampu berkolaborasi dengan alam untuk menghasilkan karya seni intens yang unik dari bahan alami dari sekitarnya.
Andy dibesarkan di Harrogate di Leeds, di West Riding of Yorkshire, di sebuah rumah yang penuh dengan suasana alam. Sejak usia 13 tahun, Ia bekerja di pertanian sebagai buruh. Menurut Andy pekerjaan pertanian yang harus selalu dilakukan berulang-ulang layaknya rutinitas disaat membuat patung. Contoh kecil adalah disaat memetik kentang, sesuatu yang dilakukan berulang-ulang hingga menciptakan ritme tersendiri.
Andy Goldsworthy mulai tertarik dengan seni dan mengambil jurusan seni rupa di Bradford College of Art pada tahun 1974 sampai tahun 1975 dan melanjutkan di Preston Polytechnic (yang sekarang bernama Universitas Central Lancashire) selama tiga tahun sejak 1975 dan menerima gelar Bachelor of Arts (BA).
Ketertarikan Andy pada seni sangatlah unik karena medium yang Ia gunakan. Medium yang digunakan sering kali meliputi bunga-bunga yang berwarna cerah, es, daun, lumpur, buah pinus, salju, batu, ranting, dan bahkan duri. Ia mampu menciptakan patung yang memanifestasikan serta memberikan sentuhan simpati dengan alam.
Ia berkata bahwa bekerja dengan bunga dan daun memerlukan keberanian yang sangat tinggi tetapi Ia harus melakukannya. Bekerja dengan material yang tidak dapat edit di saat mengerjakan adalah keunikan tersendiri karena disanalah Ia bekerja sama dengan alam seutuhnya.
Dirinya tidak hanya seorang pematung tapi juga seorang fotografer yang handal sehingga sebelum karya tersebut menghilang atau ketika karya tersebut menghilang, Goldsworthy mengabadikan karyanya dalam bidikan foto yang luar biasa.
Fotografi memainkan peran yang penting dalam seni yang digelutinya karena sifat karya seninya yang tidak mampu bertahan lama. Menurut Goldsworthy, Proses tersebut merupakan bagian intergral dari siklus yang di tunjukkan di dalam foto tersebut. Ada intensitas yang ingin Ia ekspresikan dalam setiap gambar di dalam foto tersebut. Sebuah proses dan decay tersirat sangat dalam di setiap hasilnya.
Goldsworthy dianggap sebagai pendiri keseimbangan rock modern. Untuk karya-karyanya yang hampir semuanya hanya mempunyai umur yang sangat singkat, Goldsworthy sering hanya menggunakan tangan kosongnya ataupun gigi. Namun, Ia menggunakan alat berupa mesin untuk patung permanennya seperti:
Atap (Roof ), Sungai Batu (Stone River) , Three Cairn dan Jalur Bulan Purnama (Moonlit Path).
Untuk menciptakan karya seninya yang di beri nama “Roof”, Goldsworthy dibantu oleh asistennya dan menggunakan dry-stone untuk memastikan strukturnya dapat menahan waktu dan alam.
Pada tahun 1982, Goldsworthy menikahi kekasihnya, Judith Gregson. Mereka memiliki empat anak dan memutuskan untuk menetap di desa Penpont di wilayah Dumfries and Galloway, Dumfriesshire, di barat daya Skotlandia. Pasangan tersebut pada akhirnya berpisah dan Goldsworthy sekarang tinggal bersama Tina Fiske, seorang sejarawan seni yang Ia temui ketika Ia datang untuk bekerja dengannya beberapa tahun setelah Ia berpisah dengan istrinya.
Andy Goldsworthy juga menjadi subjek film dokumenter yang di buat pada tahun 2001 yang berjudul Rivers and Tides dan disutradarai oleh Thomas Riedelsheimer. Dalam film documenter ini kita bisa melihat bagaimana Ia bekerja dengan bahan alami dan segala proses sebelum hasil karya tersebut tercipta dan diabadikan ke dalam foto. Pada 2018, Riedelsheimer merilis film dokumenter kedua tentang Goldsworthy yang berjudul Leaning Into the Wind.
Karya-karya Goldworthy dipamerkan di antaranya di Courtauld Institute of Art di London, Storm King Art Center di Mountainville, New York dan National Gallery of Art di Washington, D.C dan masih banyak museum seni papan atas lainnya.
Karya Andy Goldsworthy mampu membuat kita melihat keindahan alam dari perspektif seni tingkat tinggi dengan tujuan agar siapapun yang melihat dapat tergugah dan ikut memikirkan serta melestarikan kealamian alam.


