0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Every reaction we show in front of our children becomes part of their map of the world.”

 

Kapal ferry menuju Sumatera bergerak semakin jauh, meninggalkan dermaga yang perlahan mengecil. Angin pagi masuk lewat celah jendela dengan udara yang dingin, tetapi ada sesuatu di dalam dada yang terasa lebih hangat.

 

Dalam hati, saya mulai menyadari betapa pentingnya memilah kata dan seberapa besar luka yang bisa tertinggal dari kalimat yang keluar tanpa dijaga.

 

Mulut yang sama bisa menenangkan suasana, tapi juga bisa membuat seseorang runtuh hanya dengan satu kalimat. Jika tadi saya ikut membalas amarahnya, mungkin pagi ini akan dimulai dengan  mood yang tanpa arah.

 

Bukan hanya untuk ibu tersebut tetapi juga untuk Nigel, Chloe dan Sophie yang sedang belajar dari setiap gerak dan keputusan yang saya lakukan.

 

Saya masih harus terus banyak belajar . Mulai dari belajar menahan emosi, belajar memilih kapan bicara hingga belajar kapan sebaiknya diam.

 

 

Di samping, Chloe dan Sophie mulai menguap kecil tapi wajah mereka sudah tak sabar menunggu saat turun. Di bangku depan, Chris dan Nigel juga bersiap ketika mobil akhirnya berhenti di dalam lambung kapal.

 

Saya menatap Chloe dan Sophie lalu berpindah pada Nigel, sebelum kembali melihat laut yang mulai disapu cahaya bersemu pink dari mentari pagi. Ada rasa syukur pelan karena pagi itu, saya tidak menambah api dan memilih diam.

 

“The way we act in front of our children slowly becomes the story they remember.”

Part 3.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!