“Stillness is never neutral, it always reflects the state of the one who holds it.”
Beberapa menit kemudian, conveyor belt melambat sebentar sebelum koper-koper berikutnya kembali datang.
Suaranya berubah sedikit, dari yang terus bergerak menjadi lebih terputus dan saya tersenyum kecil, seolah suara itu membuat conveyor belt tampak sedang mengambil napas.
Pria itu berdiri semakin dekat dan matanya tetap mengikuti, seolah mengubah posisi berdiri bisa mengubah keadaan.
Anak di atas trolley bergeser pelan lalu menyandarkan tubuhnya lebih santai dan membiarkan berat badannya jatuh tanpa banyak berpikir.
Saya melihat keduanya dan semakin jelas bahwa tidak semua orang perlu merespond waktu dengan cara yang sama.
Ada yang berusaha mengendalikan bahkan saat hal itu berada di luar jangkauannya. Ada juga yang membiarkan saja, tanpa merasa perlu memberi alasan.
Lalu muncul satu pemahaman yang lebih lembut bahwa tidak semua jeda adalah tanda untuk bertindak. Kadang, jeda hanyalah ruang yang memang dibiarkan tetap kosong.
“Waiting reveals more about us than about what we expect.”
Part 17.

