0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Sometimes the quietest guidance becomes the map we end up using for years.”

 

Pikiran saya kembali melayang, seperti helaian kain tipis yang tertiup mengikuti arah angin. Dari hiruk pikuk Singapore, ingatan perlahan membuka pintu kembali menuju Nanning di China.

 

Saya dan mbak Patsy selalu berjalan dengan langkah yang mantap, seolah kaki sudah hafal lekukan trotoar. Terlalu sering ke China membuat ritme kotanya bisa dikenali hanya dari dengung pagi dan aroma jalannya.

 

Di sela obrolan ringan, Mbak Patsy pernah berkata, “Buah dan sayur segar itu cara paling mudah bertahan hidup, Mbak Sarah. Jadi fruitarian and vegetarian on the spot.” Ucapnya sambil tertawa lepas.

 

Saat itu saya mulai menyelami maksudnya. Mencari makanan halal di China terasa seperti mencari alamat tanpa nama jalan. Kita tahu arahnya, tetapi tidak pernah benar benar yakin.

 

Untuk Mbak Patsy yang memang tidak suka mengonsumsi ayam, pilihan paling aman bagi kami berdua adalah menjadi seorang vegetarian untuk sementara waktu.

 

Di Nanning, kami sering menghabiskan suasana malam setelah pulang pameran dengan berjalan menyusuri toko buah dan penjual sayuran sederhana di pinggir jalan.

 

Tidak ada sesuatu yang megah di sana, namun kesederhanaannya justru mengajarkan saya bahwa bahwa untuk bertahan hidup di negara orang tidak selalu membutuhkan rencana yang rumit.

 

“A friend’s simple wisdom can become the anchor that steadies us across borders.”

Part 17.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!