0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“When the world grows quiet, the soul gathers all it hid in the day and speaks louder.”

 

Malam itu udara masih membawa sisa asin dari laut. Di kabupaten kecil di salah satu sudut di Indonesia,  jalanan  sudah sepi, hanya lampu jalan dengan cahaya kuning pucat yang menemani lengangnya malam.

 

Saya dan Sophie duduk di beranda penginapan. Sesekali ia melirik ke arah cottage sebelah, seakan masih memikirkan surfer yang pagi tadi penuh tawa namun malam ini tampak murung.

 

Ia bersandar, matanya menatap langit yang bertabur bintang. Dengan suara pelan ia bertanya, “Mama, why do people seem to overthink at night, even if in the morning they looked so happy?”

 

Saya membelai rambutnya, “Karena malam itu sunyi, sayang. Pikiran yang tercecer sepanjang siang akhirnya berkumpul dan jatuh bersamaan seperti hujan lebat. Tidak ada lagi yang menahan, semuanya datang sekaligus, membuat hati terasa tenggelam.”

 

Sophie terdiam dan matanya kembali menatap bintang. Jemarinya perlahan memainkan tumpukan gelang tipis di pergelangan tangan, seakan mencoba merangkai arti dari kata-kata itu.

 

Saya hanya menatapnya sembari membiarkan suara ombak dari kejauhan memenuhi ruang yang tidak sanggup dijelaskan dengan kata.

 

Malam selalu punya caranya sendiri untuk mengingatkan bahwa apa yang kita rasakan sering kali tidak datang satu per satu. Kadang semuanya hadir sekaligus, seperti gelombang yang pecah tiba-tiba di pantai.

 

“Night does not create the weight, it simply lifts the veil of the day.”

Part 2.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!