0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The world does not soften its volume for us, yet we can soften our listening.”

 

Machine kapal ferry berdengung pelan di bawah kaki kami dengan suaranya yang constant dan tidak keras tapi juga tidak pernah benar-benar hilang.

 

Nigel akhirnya angkat bicara. “Do you notice, the engine is loud but we don’t really hear it anymore.” Sambil matanya masih tetap menatap laut. Sophie memiringkan kepala. “It’s still there, broer.” katanya ragu.

 

“Yes, but our ears get used to it.” jawab Nigel pelan. Chloe menoleh ke arah lantai besi lalu kembali menatap ke laut. “So… we just stop noticing?”

 

Nigel tersenyum tipis. “Not exactly. It’s more like… our mind learns what needs attention and what doesn’t.”

 

Saya masih berdiri sedikit di belakang mereka, membiarkan kalimat itu tinggal sejenak di udara.  Dalam diam, saya menangkap pelajaran kecil itu. Banyak hal dalam hidup juga seperti suara machine.

 

Ia selalu ada dan tidak selalu menyenangkan tapi kita belajar hidup berdampingan dengannya. Bukan dengan melawan, melainkan dengan memilih apa yang layak kita dengarkan.

 

Kapal pagi itu terus melaju dan tanpa sadar, kami ikut bergerak bersama dengung machine yang kini tak lagi terasa mengganggu.

 

“Some sounds fade not because they end  but because our attention learns where to rest.”

Part 8.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!