0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Letting go for now isn’t losing. It’s trusting that time will keep it safe for you.”

 

Kami berhenti di sebuah booth dari Myanmar, di mana kilauan batu giok memantulkan cahaya pagi yang menari lembut di permukaannya. Batu-batu itu tertata anggun di atas kain beludru gelap, ada yang diukir menjadi liontin, ada pula yang dibiarkan polos, mempertahankan kesederhanaan alaminya.

 

Mbak Ayu menelisik tajam. Ia tak perlu menyentuh, cukup sekejap pandang untuk tahu bahwa itu giok asli. Cara cahaya menembus permukaannya, dingin yang tetap terasa meski udara mulai hangat, dan kilau yang tidak berlebihan. Semuanya hanya bisa dibaca oleh mata yang peka dan hati yang mengerti.

 

Saya ikut mengamati, jari-jari mengusap pelan salah satu batu, merasakan kesejukan yang seolah serpihan sungai  yang membeku dalam waktu. “Sarah, dipadukan dengan horn jewelry yang Sarah buat, pasti menarik,” ujar Mbak Ayu perlahan.

 

“Bagus, ya, Mbak? Mirip designnya Ann Ogg, designer dari Filipina itu. Tas dan jewelrynya juga dipadukan dengan batu-batu,” mata saya masih terpaku pada kilau samar batu-batu itu.

 

“Nanti saja belinya, tunggu hari terakhir. Biasanya ada sale, Sarah,” sambil tersenyum tenang. “Iya, sekalian bantu mereka supaya tidak perlu repot bawa pulang barangnya.” Saya ikut tersenyum membiarkan batu giok itu tetap di tempatnya, seperti janji kecil yang diam-diam menunggu untuk ditepati.

 

Lia yang sejak tadi mendengarkan, ikut tersenyum, matanya lembut mengamati kilau batu-batu itu. Mbak Ayu menunjuk satu per satu dan menjelaskan cara mengenali keaslian, membandingkan semburat merah ruby yang tak kalah memesona dari ruby Cambodia.

 

Kami lalu melangkah pergi, tapi ada yang tertinggal di sana: sepotong keinginan yang mengendap, tak sepenuhnya hilang, hanya bersembunyi di sudut ingatan. Bukankah keindahan bukan semata tentang memiliki, melainkan tentang menunggu dan membiarkan waktu merawatnya hingga saatnya tiba?

 

“Patience is the quiet thread that weaves desire into the fabric of its destined moment.”

Part 6.

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!