“Every culture has something to offer. It’s not about being better or worse than another culture. It’s just different.” Tracy Morgan
Setelah mencetak selembar document, wanita itu menghampiri dan duduk di kursi panjang di samping saya. Dalam percakapan singkat, ia bercerita bahwa ia tinggal di Jerman.
Ia bercerita bahwa di sana orang-orang sangat menghargai privacy atau seperti yang ia sebut Privatsphäre.
“We don’t want to disturb others” katanya pelan dengan dagu sedikit terangkat bahunya menahan diri, seolah berhati-hati agar tidak merepotkan orang lain.
Saya tersenyum karena tumbuh di Indonesia dengan budaya yang hangat dan terbiasa menawarkan bantuan, kadang bahkan pada orang asing. Ruang terasa lebih cair dan jarak tidak selalu kaku.
Di antara dua kebiasaan itu, saya melihat sesuatu yang menarik. Baginya, menerima pertolongan dari orang yang baru dikenal kadang butuh sedikit waktu untuk merasa nyaman.
Bukan karena orang Jerman tidak suka membantu. Justru sewaktu saya tinggal di Eropa, banyak orang Jerman yang senang menolong tapi mereka menghargai ruang dan kemandirian.
Lounge itu tiba-tiba terasa seperti titik temu dua sudut pandang. Membantu orang asing bukan hal otomatis, tapi perhatian kecil bisa membuat suasana terasa lebih ringan.
“Understanding another culture is not erasing your own. It is enlarging your world.”
Part 8.

