“Blessed are they who see beautiful things in humble places where others see nothing.” Camille Pissarro
Malam terasa lembut, seolah udara pun berjalan perlahan. Dari jendela yang tertutup rapat dan suara ombak datang seperti bisikan yang menenangkan, berselang dengan hembusan lembut dari AC.
Saya tetap berbaring di samping Sophie beberapa lama dan menatap langit-langit yang kini mulai berbayang oleh ranting pohon di luar jendela. Cahaya bulan bergerak pelan, seperti mengikuti waktu yang enggan beranjak.
Di sela napas Sophie yang teratur, saya teringat bahwa terkadang moment indah berlalu begitu saja tanpa benar-benar saya hadir di dalamnya.
Mungkin itulah pelajarannya bahwa keindahan tidak selalu hadir dalam moment yang besar, melainkan juga dalam hal-hal kecil yang diam seperti detak napas Sophie yang terlelap atau suara laut yang terus berulang tanpa jemu.
Saya membetulkan selimutnya dan menatap wajah mungil itu sekali lagi. Ternyata beberapa moment memang seharusnya tetap sunyi agar hati dapat mendengar apa yang ingin ia katakan.
Di luar, ombak masih datang dan pergi. Tapi malam itu, ada sesuatu yang tinggal lebih lama yaitu kebahagiaan bersembunyi di tempat yang tidak mencolok.
Di antara suara laut yang berulang, hembusan udara yang tenang atau napas anak yang tertidur pulas di samping saya. Semua seakan hal yang sepele tapi justru di sanalah ketenangan berdiam.
“The little things? The little moments? They aren’t little.” – Jon Kabat-Zinn
Part 18.

