“Not every distance is a loss. Some are a quiet form of growth.”
Saya baru menyadari Nigel sudah tidak ada di dekat kami. Ia ternyata berjalan menjauh ke sisi lain geladak, langkahnya pelan tapi penuh rasa ingin tahu dan matanya sibuk menangkap setiap sudut kapal yang ia lewati.
“Where is Nigel going?” Sophie berbisik, seolah takut mengganggu orang di sekitar. “Mungkin sedang melihat-lihat,” jawab saya pelan.
Dari kejauhan, Nigel terlihat menaiki tangga besi. Chloe menatapnya sebentar. “He can find his way back, right?” Saya tersenyum kecil. “Iya, tentu saja, sayang.”
Beberapa menit kemudian, kami ikut berjalan ke sisi lain geladak dan menaiki tangga yang sama menuju bagian atas kapal. Begitu sampai, suasananya terasa berbeda, lebih ramai dengan percakapan yang saling bersahutan.
Nigel sudah ada di sana, sibuk mengabadikan sudut-sudut kapal dengan telephone genggamnta. Wajahnya tenang, seolah menemukan ruang kecil yang membuatnya merasa lebih tenang.
Melihatnya, saya kembali belajar bahwa tidak semua langkah menjauh adalah tanda tersesat. Ada kalanya seseorang hanya perlu sedikit jarak untuk memperluas pandangan dan melihat dunia dari sudut yang berbeda.
Oh well, mungkin dalam mencintai, tugas saya sebagai seorang ibu bukan selalu memanggil mereka kembali, melainkan belajar memberi kepercayaan.
“Sometimes love looks like watching from a distance and staying calm.”

