“Joy often spreads without a sound, like ripples on water.”
Kami berhenti sejenak untuk sarapan di salah satu kopi tiam. Udara pagi masih segar dan aroma coffee berpadu hangat dengan roti yang baru keluar dari oven. Setelah menyelesaikan sarapan, mobil kembali melaju.
Mobil menyusuri jalan yang mulai menanjak dan menurun mengikuti contour tanah di Lampung Selatan.
Beberapa jam kemudian, rasa lapar mulai terasa. Waktunya makan siang dan kami berhenti di sebuah restaurant yang luas, berbeda dari tempat makan sebelumnya.
Di tengah halaman, kolam renang memantulkan langit siang yang cerah. Beberapa anak berlarian di sekitarnya sembari tertawa dan bersorak kecil. Suara mereka tidak gaduh, hanya terasa ringan dan hidup.
Saya menatap Chloe dan Sophie dengan matanya yang mengikuti gerak anak-anak tapi tidak tergoda untuk ikut berlari.
Ada ketenangan yang berbeda saat menyaksikan energy dan kebahagiaan orang lain tanpa merasa harus menjadi bagian dari hiruknya.
Kadang, cukup mengamati dan energy bahagia orang lain masuk perlahan dan menyentuh kita dengan lembut.
“Happiness moves quietly, touching those who pause to notice.”
Part 33.

