“Caring about everything is a disaster. Caring about nothing is also a disaster. Nurture the small pocket of things that truly matter to you.” James Clear
Pagi sebelum The Bangkok International Gifts and Bangkok International Houseware Fair dimulai, kami menyusuri pasar kecil tak jauh dari hotel. Sophie berhenti di depan tumpukan mangga lalu mengangkat satu buah tinggi ke udara, matanya berbinar seperti menemukan harta karun.
Saya membelikan juga dessert favoritenya, khao niao mamuang atau mango sticky rice, yang masih hangat disajikan dalam mangkuk kecil. Kami duduk di kursi plastic dan makan dengan sendok sederhana, meski tak jarang Sophie tertawa kecil, tak sabar menyuapnya langsung dengan tangan.
Setelah itu, kami lanjut berjalan mencari Thai tea untuk Sophie. Tak jauh dari situ, di antara deretan gerobak, kami menemukan sebuah tenda kecil yang nyaris tersembunyi. Ternyata, selain Thai tea, mereka juga menjual nam takrai bai toey yaitu sejenis tea herbal dari serai dan daun pandan.
Awalnya saya tidak tertarik untuk mencoba. Namun, rasa penasaran akhirnya membuat saya memesan satu gelas juga. Seorang nenek dengan cekatan mengambil seikat serai, memotongnya kecil-kecil, lalu merebusnya bersama beberapa helai daun pandan yang mengilap.
Uap harum langsung membumbung, membawa aroma segar yang terasa seperti napas baru. Tea itu disajikan dalam gelas bening sederhana, warnanya keemasan dengan semburat hijau muda, seolah menangkap cahaya pagi.
Saat menyesapnya, rasa hangat serai mengalir perlahan di tenggorokan, diiringi manis halus dari pandan yang nyaris seperti bisikan. Tidak terlalu kuat, tidak berlebihan. Cukup, seperti pelukan ringan yang datang tanpa perlu dipanggil.
Saya melirik Sophie yang sibuk menikmati Thai tea-nya, membiarkan waktu mengalir perlahan di antara kami. Di tengah semua hal besar yang harus dikejar, justru moment kecil seperti inilah yang terasa paling menghangatkan hati, sehangat tea nam takrai bai toey yang saya genggam.
“In a world that hurries by, a slow morning feels like something precious.”
Part 1.

