0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The way we hold small things says everything about who we are.”

 

Waktu terus bergulir, dan tak jauh dari tempat kami, fascia bertuliskan Deltomed terlihat jelas di antara deretan booth. Mbak Patsy menyikut pelan lengan Chloe dan berbisik, “Lihat, ada booth Antangin. Yuk, kita ke sana sebentar.”

 

Chloe mengangguk penuh semangat. Mereka pun berjalan beriringan ke arah booth itu, sementara saya tetap tinggal, bergantian menjaga booth. Sesampainya di sana, Chloe menunjuk satu kemasan mungil berwarna kuning cerah bertuliskan Antangin Junior, dihiasi motif cartoon.

 

Chloe berlari mengambil uang, lalu kembali. Di balik meja, berdiri seorang pria berkaus kuning dengan penampilan yang santai. Cara ia berinteraksi dan disambut oleh staff lain menunjukkan bahwa mungkin ia bukan sekadar penjaga booth.

 

Mungkin putra pemilik cabang di Thailand, atau bahkan bagian dari keluarga besar perusahaan itu sendiri. Setelah Chloe menyerahkan uang, rupanya masih ada kembalian: lima baht. Mbak Patsy tersenyum, “Tidak usah, Pak.” Chloe ikut berkata pelan, “It’s okay.”

 

 

Tapi pria itu hanya tersenyum kecil dan menjawab tenang, “Lima baht tetap uang. Tunggu sebentar, ya.” Ia membuka laci, lalu memeriksa tas kecil di bawah meja. Tetap tak ada. Salah satu staff ikut mencari, mengaduk-aduk kotak receh dan kantong celana.

 

Akhirnya, ia menemukan satu keping logam yang sedikit kusam, tapi masih memantulkan cahaya sore yang hangat. Dengan kedua tangan, ia menyerahkannya. “Ini dia, uang kembalinya.”

 

Ketika Chloe kembali sambil menggenggam kemasan kecilnya, ceritanya mengalir ringan.  Bukan soal jumlah, tapi soal sikap yang memilih untuk tidak mengabaikan lima baht hari ini, bisa menumbuhkan kepekaan terhadap nilai yang lebih besar di kemudian hari.

 

“The way we honor the little things reveals the kind of respect we carry for all things.”

Part 38.

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!