“Being grateful does not mean the hardships disappear. It means you notice what still holds beauty.”
Ruangan mulai lebih tenang. Orang-orang bergerak pelan, beberapa duduk sambil menyeruput tea dan beberapa berbincang dengan suara rendah di beberapa sudut.
Saya tetap berdiri dan menatap Mr Rafe yang sedang mengatur beberapa document tapi pikiran saya melayang.
Tangan Chloe masih erat menggenggam tangan saya dengan tubuh yang bertumpu, sementara matanya menatap setiap gerakan Mr Rafe dengan penuh rasa ingin tahu.
Tiba-tiba saya menyadari sesuatu yang selalu terasa kontradiktif tapi nyata. Dua hal bisa benar pada saat yang sama.
Kita bisa bersyukur dan tetap merasa lelah. Kita bisa menghargai hidup tapi tetap merasakan beban yang menekan. Kita bisa mencintai perjalanan hidup tapi kadang ingin lari dari semua itu.
Hidup manusia memang penuh liku-liku. Bersyukur bukan berarti bebas dari kesulitan tapi sebuah keadaan hati yang mengingatkan kita akan berkah yang kita miliki, bahkan di saat-saat paling sulit.
Ketika kita mampu melihat dan merasakan keduanya sekaligus, kita bisa mengolahnya dengan lebih tenang dan memahami setiap rasa dari hati yang lebih sadar sehingga tidak terseret oleh kebingungan.
“Acknowledging the good that you already have in your life is the foundation for all abundance, even in difficulty.” Eckhart Tolle
Part 19.

