Kevin Germanier adalah lulusan Central Saint Martins yang menciptakan pakaian glamor dan berkelanjutan dari manik-manik yang telah dibuang dan tidak di pakai lagi. Germanier menyukai desain yang radikal yang merupakan desainer Swiss dan bertujuan mengubah cara kita berpikir tentang fashion berkelanjutan.
Koleksi musim gugur / musim dingin tahun 2018 eponymous-nya penuh dengan pakaian glamor dan memiliki kisah yang mengejutkan dengan banyak kain dibuat dengan manik-manik yang dibuang yang dulunya tak dilirik dan langsung di buang di tempat pembuangan sampah.
“Saya telah menghabiskan hampir 2 tahun menyempurnakan teknik ini, jadi saya merasa cukup percaya diri,” demikian kata Germanier, tentang teknik menaburkan bodysuits tipis dan gaun berwarna-warni dengan manik-manik plastik kecil dan bahan silikon yang merupakan bagian dari “bahan rahasia”nya. Hal ini akan terlihat menghasilkan garis warna pelangi yang tertata secara indah ke pakaian saat ribuan manik-manik berkilau dalam efek kaleidoskopik.
Dia menemukan ide tersebut di saat ia berada di Hong Kong selama penempatan kerja enam bulan dan mendapatkan hadiah karena telah memenangkan Penghargaan Desain EcoChic. Manik-manik tersebut dibuang karena warnanya tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar, tetapi Germanier memutuskan untuk menyelamatkannya, dan membuatnya menjadi 93 tas manik-manik di saat ia kembali ke London.
Kevin Germanier dan Manik-manik
Setelah lulus dari Central Saint Martins pada bulan Juli 2017, minat Germanier pada mode keberlanjutan lahir dari kepraktisan. Sebagai seorang mahasiswa di London, Germanier menggunakan seprai untuk kursus desainnya karena dia tidak punya cukup uang untuk membeli kain yang diperlukan untuk menjabarkan ide-idenya.
Perancang muda itu mengaku merasa malu karena ia menggunakan kain sisa teman flatnya, dan berbohong kepada para pembimbingnya tentang asal-usul kain tersebut. Sekarang setelah ia sepenuhnya menganut gagasan daur ulang ia mengakui bahwa kunci untuk menciptakan pakaian yang berkelanjutan adalah berkompromi. “Keterbatasan membuat saya lebih kreatif,” katanya. “Adalah tugas saya sebagai perancang busana muda untuk menemukan solusi dan membuatnya bekerja dan menjadi karya seni yang tinggi apa pun yang terjadi.”
Björk adalah salah satu penyanyi yang menggunakan dan artis baru-baru lain juga memilih untuk mengenakan gaun bertabur manik-manik dan merupakan salah satu koleksi secara eksklusifnya untuk musim gugur. “Wanita Germanier menghormati masa lalu, dia sadar akan masa kini, tetapi dia sudah hidup di masa depan,” kata sang desainer dan ia bersikeras bahwa mode berkelanjutan dapat disukai, seksi, feminin, menyilaukan, mengkilap dan glamor. Kata sifat yang jarang digunakan untuk menggambarkan pakaian yang berasal dari sampah sebelumnya.
Kevin Germanier dan Impiannya
Berbasis di Paris, ia melakukan pekerjaan sehari-harinya di Louis Vuitton sebagai perancang junior di pagi hari. Setelah itu dimalam hari ia bekerja untuk brandnya, sehingga sebuah indikasi etika kerjanya, dan yang mungkin membantunya untuk mencapai mimpinya untuk menjadi direktur kreatif dari brand ternama Christian Dior.
Ini mungkin datang lebih cepat daripada yang dia pikirkan karena dia telah menjadi pemenang untuk Ecochic award. Namun, prestasinya baru-baru ini, tidak membuatnya lupa untuk tetap rendah hati. “Sangat penting untuk tetap setia pada diri sendiri dan jangan lupa bahwa saya baru berusia 26 tahun. Saya masih memiliki segalanya untuk dipelajari.” Demikian Kevin Germanier menjawab dengan tegas dan penuh percaya diri.



