“There is beauty in the mess, especially when it’s filled with children and love.”
Beberapa saat kemudian saya menutup drawing book itu dengan pelan tetapi pikiran masih tertinggal di halaman-halaman kecil yang tertutup debu tipis di dalamnya.
Ada sesuatu yang sederhana tetapi terasa dalam. Selama ini sering kali saya berpikir bahwa anak anak membutuhkan banyak hal yang besar dan sempurna. Rumah yang rapi, jadwal yang tertata atau jawaban yang selalu tepat.
Namun gambar sederhana itu seperti mengingatkan bahwa dunia mereka sering kali jauh lebih sederhana dari yang saya bayangkan.
Bagi seorang anak kecil, kehadiran saya saat itu dengan rambut berantakan dan daster merosot di satu bahu sudah cukup untuk menghadirkan kehangatan yang mereka rekam di memory.
Saya tersenyum kecil memikirkan hal itu karena selama ini mungkin saya terlalu sibuk memperbaiki banyak hal di sekitar mereka.
Padahal yang benar-benar mereka lihat bukanlah seberapa sempurna semuanya terlihat.
Mungkin di situlah saya mengerti, bahwa tidak semua yang chaos berarti ada yang kurang.
“Motherhood is messy, complicated and full of love that does not need to be perfect to be enough.”
Part 22.

