0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Pernikahan ramah lingkungan tidak hanya ada di luar negeri, tapi juga diterapkan oleh warga di Indonesia. Baru-baru ini berita pernikahan Pawit Wahono dan Eni Rahmawati menghebohkan masyarakat Indonesia di dunia maya. Bagaimana tidak, pernikahan pasangan cinta lingkungan tersebut memiliki konsep sampah daur ulang.

Sampah bisa dibilang sebagai masalah utama tercemarnya lingkungan. Hampir seluruh daerah di Indonesia diresahkan oleh keberadaan sampah di sekitar tempat tinggal mereka. Sampah yang berserakan memang banyak menimbulkan masalah, terutama sampah plastik. Seperti kita ketahui bahwa plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan bisa sampai ratusan tahun lamanya. Bisa dibayangkan bagaimana kotornya suatu daerah jika sampah plastik kian berserakan dan menumpuk di mana-mana.

Selain merusak keindahan lingkungan, sampah yang menumpuk dan di buang sembarangan juga dapat menyebabkan saluran air tersumbat sehingga bencana banjir pun tidak dapat dihindari. Inilah yang menjadi pusat perhatian warga di daerah Banjarnegara. Keberadaan sampah yang biasanya dipandang sebelah mata di daerah lain, warga di Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara, menggunakan sampah sebagai bahan perlengkapan pernikahan.

Sebuah postingan yang diunggah oleh akun bernama Ari Gami di Facebook memperlihatkan konsep pernikahan pasangan Pawit dan Eni yang unik. Mulai dari jas dan gaun mempelai pria dan wanita, dekorasi pernikahan, sampai souvenir yang disediakan pun terbuat dari sampah daur ulang.

Jas pengantin yang dipakai oleh mempelai pria, Pawit Wahono, berwarna hitam layaknya yang biasa digunakan pengantin pada umumnya. Uniknya, jas yang dipakai Pawit yang merupakan ketua karang taruna di Desa Gentansari ini terbuat dari plastik bekas berwarna hitam yang dikombinasikan dengan plastik bekas bungkus kopi dominan merah untuk pembeda warna di bagian kerah jas.

Gaun yang dipakai oleh mempelai wanita, Eni Rahmawati, juga sama uniknya. Bahan yang digunakan untuk membuat gaun tersebut juga dari plastik tapi dengan warna yang berbeda. Kombinasi warna merah, putih dan hitam juga didapat dari plastik bekas yang dirancang menjadi gaun yang cantik nan unik. Di bagian atas gaun menggunakan plastik bekas bungkus kopi untuk mempercantik gaun dengan motif yang ada di bungkus kopi tersebut.

Beralih ke dekorasi pernikahan, backdrop pelaminan yang digunakan dalam pernikahan Pawit dan Eni dibuat dari barang bekas pertanian yang dihiasi dengan berbagai macam botol dan tutup botol bekas. Tidak ada bunga segar yang terpampang di pelaminan, yang ada hanyalah plastik yang didaur ulang menjadi hiasan bunga yang indah.

Kursi pelaminan pengantin pun dibuat dari bahan daur ulang, yaitu drum bekas yang sudah dirombak sedemikian rupa sehingga terlihat cantik dan bisa diduduki. Tidak hanya kursi pengantin, kursi tamu juga terlihat lain dari yang biasanya. Kursinya dibuat dari ban mobil bekas yang didaur ulang kemudian ditata rapi di depan pelaminan. Untuk souvenir bagi para tamu, terdapat bros yang juga dibuat dari daur ulang plastik.

Meskipun konsep pernikahan kedua mempelai Pawit dan Eni ini dasarnya terbuat dari sampah, mereka berdua mengaku tidak malu dan bahkan merasa bangga. Bagi mereka, pernikahan tersebut merupakan sebuah kampanye kepedulian akan sampah dan aksi cinta lingkungan. Pawit yang sehari-harinya berkerja sebagai kuli panggul turut resah akan keberadaan sampah yang sering kali menjadi penyebab banjir dan penular penyakit. Menurutnya, sampah tidak hanya sekedar sampah, tapi bisa diolah menjadi barang yang bagus.

Pesta pernikahan ini memang terkesan sederhana, biaya yang dikeluarkan saja hanya sekitar 2 juta. Namun, sisi lain yang dapat kita lihat dari pernikahan ini adalah bahwa sampah tidak akan menjadi sampah jika kita tahu bagaimana cara mengolah dan memanfaatkannya. Sampah bahkan bisa disulap menjadi barang yang cantik dan berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Selain itu, sikap Pawit dan Eni juga menyiratkan bahwa tidak perlu malu untuk melakukan hal yang baik bagi lingkungan. Selama itu bermanfaat dan tidak merugikan orang sekitar, just go ahead with it. Pernikahan Pawit dan Eni mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin menghemat biaya pernikahan sekaligus melakukan aksi peduli lingkungan. Ayo temukan cara untuk mewujudkan pernikahan ramah lingkungan versi Anda sendiri.Pernikahan Pernikahan Pernikahan

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!