“Sometimes peace is just shifting your focus.”
Sabuk pengaman tetap terpasang saat pesawat mulai terasa bergetar pelan. Bukan guncangan besar tapi cukup untuk membuat tubuh sedikit menegang dan napas tertahan sejenak.
Tidak ada yang benar-benar berubah di cabin. Guncangan kecil masih terasa sama dan suara di sekitar tetap berjalan seperti biasa. Namun perlahan, cara saya meresponsnya mulai berbeda.
Di ketinggian seperti ini, tidak banyak yang bisa saya lakukan selain duduk dan mengikuti pergerakan pesawat yang sesekali terasa bergetar.
Melalui jendela, langit terlihat luas tanpa batas sementara di dalam cabin, guncangan kecil datang dan pergi tanpa bisa saya prediksi.
Saya meraih headphone di samping lalu memakainya perlahan. Suara machine yang tadi terasa jelas mulai meredup dan digantikan oleh suara yang lebih halus di telinga.
Di antara suara yang kini lebih lembut itu, rasa tegang yang tadi sempat muncul perlahan mereda. Bukan karena guncangannya berhenti tetapi karena perhatian saya tidak lagi terpaku pada setiap getaran kecil.
Ternyata ketenangan tidak selalu datang saat semuanya berjalan mulus. Kadang ia muncul ketika kita berhenti focus pada apa yang tidak bisa kita kendalikan dan membiarkan diri mengikuti ritme yang ada.
“You cannot quiet the journey but you can quiet your response.”
Part 4.

