“The heart has its reasons which reason knows not.” Blaise Pascal
Saya menutup buku itu perlahan, lalu menatap keluar jendela. Kota Bangkok bergerak, tetapi hati seperti diam sebentar. Di kursi depan, pak sopir itu kembali focus pada jalan.
Tiba-tiba teringat betapa sering rasa rindu muncul pada kehadiran orang-orang tercinta, mematahkan logika yang berkata bahwa dalam hitungan jam saya sudah akan kembali ke Indonesia.
Namun, di tengah perjalanan, selalu ada hal-hal kecil yang membuat hati tetap hangat. Sticky note Sophie di tengah novel dan surat cinta kecil Chloe yang tersembunyi di tas, semuanya seolah berkata, “Mama, I am here.”
Saya menarik napas pelan. Di balik semua kelelahan, hati ini perlahan belajar menghitung hal-hal kecil yang memberi kekuatan.
Ternyata cinta tidak selalu hadir dalam wujud yang biasa. Kadang ia menyelinap lewat hal-hal kecil yang tak terduga namun selalu setia mengikuti setiap langkah kita, menuntun tanpa terlihat, tapi selalu terasa.
Novel dengan sticky note di pangkuan terasa seperti genggaman hangat dari mereka. Dalam kesederhanaannya, saya menyadari bahwa perjalanan tidak selalu soal jarak atau tujuan.
Kadang perjalanan justru mengajarkan bahwa yang membuat kita seakan sudah kembali ke rumah bukan tempatnya, melainkan kehangatan cinta-cinta kecil yang selalu menyertai kita.
“The smallest act of love is worth more than the grandest intention.” Oscar Wilde
Part 27.

