Letting go reveals the difference between holding and enduring.
Saya melangkah pergi dari sana tanpa terburu. Suara langkah terdengar lebih jelas, seolah ruangan di airport sengaja memberi jeda untuk berpikir.
Di kepala saya, adegan barusan berulang pelan. Bukan tentang perhiasan, bukan tentang tray atau lolos tidaknya pemeriksaan, melainkan tentang betapa mudahnya seseorang terbiasa membawa sesuatu terlalu lama.
Dalam hidup, rupanya tidak jauh berbeda. Kita menumpuk peran, kebiasaan, ekspektasi, juga kata-kata yang tidak pernah sempat diucapkan.
Semuanya terasa ringan karena sudah melekat dan karena hadirnya terlalu lama hingga tak lagi dipertanyakan. Sampai suatu hari, entah oleh keadaan atau oleh waktu, kita diminta melepaskannya, satu per satu.
Baru di sana terasa bahwa ada lelah yang selama ini disamarkan oleh rutinitas. Ada beban yang tidak pernah benar-benar dipilih dan hanya diteruskan begitu saja.
Saya berjalan sambil memikirkan hal tersebut dan menyadari betapa sering kita mengira diri kita kuat, padahal sebenarnya hanya terlalu terbiasa menahan beban. Mungkin hidup tidak selalu meminta kita melepaskan segalanya.
Kadang ia hanya ingin kita sadar apa saja yang sedang kita genggam. Mana yang perlu dibawa dan mana yang bisa ditinggalkan tanpa kehilangan siapa diri kita sebenarnya.
“What we set down shows us how we have been standing.”
Part 17.

