0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The gentlest winds can turn the largest sails.”

 

Saya masih berdiri di tempat, membiarkan pandangan mengikuti langkah bapak itu hingga menghilang di balik sudut lorong. Entah kenapa, ada rasa tenang yang tertinggal di dada.

 

Chloe sudah kembali sambil membawa potongan semangka segar sedangkan Sophie melambai dari ujung lorong memberi isyarat untuk segera bergabung. Tapi saya memilih melangkah sedikit lebih pelan.

 

Terkadang saya  lupa bahwa “repot sebentar” sebenarnya adalah investasi dan terburu-buru ingin semua cepat selesai dan berharap semua baik-baik saja.

 

Padahal kadang, justru di saat saya mau meluangkan waktu untuk memeriksa ulang, seperti bapak itu memeriksa telurnya satu per satu, saya bisa terhindar dari hal-hal yang bisa membuat langkah terhenti jauh lebih lama.

 

Sambil berjalan menyusuri lorong, saya melihat tangan saya sendiri mulai menyentuh barang-barang di rak secara lebih pelan.

 

Entah sejak kapan, suara riuh di sekitar terdengar mengecil, seolah memberi ruang bagi kesadaran saya yang baru saja tumbuh. Bahkan suara ibu yang sedari tadi berteriak di meja cashier pun terasa terbungkus udara.

 

Ternyata, banyak yang bisa kita pelajari bukan dari moment besar yang gaduh tapi dari gerakan-gerakan kecil yang nyaris tak terdengar.

 

“What moves in quiet moments can change the way we walk through our days.”

Part 21.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!