0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

No single person is smart enough or strong enough to solve every problem or know every answer. We’re just not that good. But in groups, we’re remarkable and any person whose ever achieved any kind of signifact success whatsoever, regardless of how  you define it, whether it’s fulfillment or financial, none of them did it alone. Zero.  Whether it was somebody who believed in them, gave them a break, worked as a devil’s advocate to help them refined their ideas. Whatever it is, we are better as social animals. We are just better as teams.

Simon Sinek – Author of five books, including Start With Why

 

Teriknya mentari pagi menemani kedatangan kami berempat di Hong Kong. Izza, Nida dan Lia ikut serta sebagai visitor di dua pameran jewelry terbesar di dunia yang berada di dua venue yang berbeda yaitu HKCEC dan Asia World expo.

 

Sebelum berangkat saya mengatakan kalau  hanya akan diam dan mengikuti mereka dari belakang. Semua keputusan saya serahkan untuk mereka diskusi dan in charge, mulai dari saat landing , naik public transport, menuju venue, mengurus badge hingga apa pun yang perlu dilakukan selama di Hong Kong.

 

Bagi Izza itu adalah hal yang sudah biasa karena paling sering menggantikan saya  jika jadwal tradeshow  bentrok ,namun ini pertama kalinya Izza berangkat sebagai team.  Terlihat mereka saling build up more trust karena di luar negeri tentunya daya survival lebih di trigger.

 

Setiap pulang dari venue, mereka lanjut sight seeing keliling Hong kong sekalian membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta.  Di hari terakhir, setelah selesai packing, Izza meminta izin untuk kembali ke salah satu toko tempat mereka membeli oleh-oleh.

 

Ada yang ingin mereka beli tapi tidak jadi dan pagi ini menyesal, kenapa tidak beli semalam.

“Lima puluh menit lagi kita berangkat, apa cukup waktunya, Za ?”

“ Insyaallah cukup kan tidak macet seperti Jakarta. Kami sudah hafal jalur MRTnya dan barang apa yang mau dibeli.”

“Nida dan Lia juga ikut yah ?”

“Iya bu, kita mau beli juga oleh-oleh yang sama.”Lia dan Nida menjawab kompak.

 

“Oleh-olehnya apa  ?” Saya penasaran.

“Itu bu, pernak pernik tulisan Hong Kong, lucu banget sampai kepikiran saking lucunya.” Nida menjawab.

“Lucu hahaha atau lucu cute ?” Saya bertanya dengan muka iseng dan mengiyakan mereka untuk berangkat secepatnya.

 

Saya tak memberikan alternatif plan B, misalnya saya berangkat duluan dan mereka menyusul. Saya akan menunggu walau pun dengan resiko kami berempat akan ketinggalan pesawat kembali ke Indonesia, tapi hati kecil saya sangat percaya bahwa mereka akan make it on time.

 

Mereka segera menyambar jacket , memakai sepatu dan membetulkan jilbab masing-masing sambil berlari-lari menuju lift. Sesampai di lantai bawah, melesat langsung ke seberang jalan tepat dimana  station MRT berada.

 

Menunggu kedatangan mereka, saya membuat teh roiboos sembari menikmati camembert di padu dengan biscuit sisa breakfast tadi pagi. Tak lupa, menutup koper yang sudah sesak oleh stock keju Belanda untuk Chris dan beberapa coklat Swiss untuk anak-anak.

 

Lima menit sebelum injury time, terdengar derap langkah tergopoh-gopoh dan nafas tersegal-segal memenuhi hallway yang suaranya makin terdengar jelas. Mereka  muncul dengan raut wajah penuh kegembiraan  dan hati saya pun diselimuti perasaan yang sama.

 

Tidak hanya karena berhasil tiba on time tapi juga melihat mereka semakin solid dan mempercayai satu sama lain selama perjalanan singkat ini.

 

Izza, Nida and Lia, to say I’m beyond proud would be an understatement. These ladies have shown me the meaning of persistence as a team and I’m so lucky to get to strap in for the ride.

 

“In weak organizations, where trust is not fostered and strong culture is not protected, what’s end up happening its every person for themselves to the point where people may actually sabotage each other’s work for personal advancement.  You see it all the time, where people hoard information, they dont want to share what they know with somebody else for fear that they may get ahead. In great organization, we’re constantly sharing every lesson we learned or ‘hey I have a client that I cant help, maybe you can help them.’ Or ‘I learned something that has benefited me, let me show you.’  And those organization outperform because people are sharing their ideas and their ideas are better. And so you cannot have that kind of cooperation or  innovation unless leader take responsility to build trusting teams.”

Simon Sinek –  Author of five books, including Start With Why

 

April 14th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!