0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“It wasn’t only the taste that stayed, but the quiet comfort it left behind.”

 

Kami berempat masih duduk di meja yang sama. Tea hangat yang baru saya tuang perlahan menyatu dengan jejak rempah yang masih menari lembut di udara. Di piring kami, koshari telah lenyap, tapi di piring besar di tengah meja, masih ada cukup banyak yang belum tersentuh.

 

Michael berdiri, membuka lemari di atas kompor dengan gerakan pelan, seolah sedang memburu harta karun yang tersembunyi di balik cangkir dan gelas. Lalu ia membuka kulkas yang mengeluarkan suara desis lirih, seperti keluhan pelan dari pintu yang terlalu sering dibuka hari ini.

 

Ia memandangi isinya sejenak yang nyaris kosong melompong, lalu menutup pintunya perlahan, tanpa mengambil apa pun. “Sometimes you open it not to eat,” katanya sambil mengangkat bahu dan menoleh ke kami, “but just to remember you can.”

 

Kami tertawa melihat ekspresi Michael yang awalnya penuh harap menemukan segelas juice atau pudding namun hanya disambut kulkas yang dingin tapi sepi. Mohammed bersandar, matanya teralihkan pada piring kosong di depannya, seolah sedang membaca cerita yang hanya bisa ia mengerti.

 

“You know,” sambil tersenyum kecil “di Mesir, ada istilah kemala.” Kami menoleh. “Itu artinya beberapa sendok tambahan. Bukan porsi kedua, tapi cukup untuk menenangkan sisa ragu. Seperti sekarang, setelah makan koshari, kamu tak lagi lapar, tapi juga belum sepenuhnya kenyang.”

 

Tilahum mengangguk pelan, “Jadi semacam… pelipur perut?” “Semacam pelukan kecil dari dapur untuk perut kamu,” jawab Mohammed dengan senyum lebar. Michael terkekeh sambil melihat ke dompetnya yang tergeletak di meja, “I need a kemala for my bank account.”

 

Tawa kembali meletup lalu satu per satu kami menyodorkan piring. Mohammed mulai menyendokkan sisa koshari ke tiap piring yang terulur. “Kemala,” katanya setiap kali. Tak ada lagi yang bicara soal lapar tapi semua tahu, selalu ada ruang kecil yang masih ingin diisi, bukan hanya di perut, juga di hati.

 

“A good meal doesn’t end with fullness, but with the warmth that lingers after.”

Part 4.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!