0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The best things take time to build, to learn, and to understand.”

 

Mobil melaju perlahan meninggalkan pasar yang kini tinggal bayangan samar di kaca belakang. Kios-kios kecil, tumpukan sayuran dan suara tawar-menawar memudar menjadi gema pagi yang jauh.

 

Jalan mulai menanjak pelan, melewati hamparan sawah yang memantulkan cahaya lembut, seperti serpihan kaca di bawah matahari.  Sophie bersandar di kursinya, matanya mulai berat, tapi senyumnya masih tertinggal di sudut bibir.

 

Di pangkuannya, sebuah kantung kecil berisi kerang yang ia kumpulkan pagi tadi di pantai saat surfing. Warnanya beragam dari putih dengan sentuhan kuning lembut di dalamnya hingga ungu kebiruan.

 

Ia membuka kantung dan mengeluarkan dua cangkang lalu menatapnya lama. “I keep collecting these, little by little,” katanya pelan. “At first I didn’t know why, but now I know that each piece carries a memory.”

 

Tangannya memutar kerang, “Maybe it’s like when I was learning Bahasa,” lanjutnya, matanya tetap tertuju pada kerang. “I didn’t see how it helps me before, but now I do.”

 

“Iya, sayang,” jawab saya singkat, tanpa perlu menambah kata apa pun karena ia sudah mengerti sendiri. Di kaca spion, pasar sudah menghilang sepenuhnya, namun bayangannya masih tertinggal di pikiran.

 

Seperti pengingat halus bahwa beberapa hasil memang datang perlahan karena ada hal-hal yang perlu tumbuh dulu sebelum akhirnya dapat kita sadari.

 

“Some things take time, not because they are slow, but because they are meant to last.”

Part 42.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!