“When you say yes to others, make sure you are not saying no to yourself.” Paulo Coelho
Langkah kaki terasa ringan menyusuri lantai marmer airport. Suara pengumuman, roda koper dan tawa penumpang berlalu lalang di sekitar, namun saya justru terasa tenang, seolah moment itu memberi ruang untuk berpikir.
Pikiran kembali ke jawaban singkat saya di counter check in tadi, lalu senyum muncul tanpa sadar.
Tidak semua permintaan perlu dibalas dengan penjelasan panjang. Terkadang, sebuah “tidak” yang tegas namun tetap dengan nada sopan sudah cukup.
Mengatakan tidak bukan berarti tidak peduli. Ia justru tanda bahwa kita mengerti batas, tanpa perlu dibebani dengan budaya “tidak enakan”. Menjaga diri bukan bentuk egoisme, melainkan cara jujur untuk tetap bertanggung jawab.
Tatapan jatuh pada koper kecil yang saya tarik pelan. Ada ketenangan yang menyusup tanpa suara. Kebaikan yang bijak bukan tentang selalu mengiyakan, tetapi tentang tahu kapan harus berhenti dan berkata tidak dengan tegas.
Di antara langkah-langkah menuju departure gate saya menyadari bahwa menghormati diri sendiri sering kali dimulai dari keberanian untuk mengatakan tidak, tanpa marah, tanpa perlu memberikan alasan dan tanpa rasa bersalah.
Dalam ketenangan itu, ada rasa damai yang tidak perlu dijelaskan. Ia hadir saat hati tahu bahwa menjaga batas adalah bagian dari merawat diri.
“No is a complete sentence.” Anne Lamott
Part 13.

