After trying Hawaiian pizza: “This isn’t a pizza, this is a mistake. This is an Italian tragedy.”
Gordon Ramsay – Scottish Chef
Langit sebiru batu saphire menemani meeting saya pagi ini. Makanan Vietnam mempunyai tantangan sendiri sehingga saya selalu memilih meeting di cafe daripada di restaurant.
Saya tidak mengonsumsi makanan mengandung babi namun sangat sulit dilakukan karena orang Vietnam sudah biasa mengonsumsinya dalam bentuk apa pun, mulai dari daging, minyak, saos, hingga kuah.
Pagi itu kami meeting di Trung Nguyên Legend cafe, cafe yang sangat terkenal bahkan merajai kopi kelas premium di negara tersebut. Disaat ingin merasakan kopi Vietnam asli dengan penuh kemewahan tanpa harus duduk di kursi plastik layaknya cafe-cafe tradisional yang banyak menjamur di Vietnam maka disinilah tempatnya.
Saya baru saja turun dari motor yang saya pesan via aplikasi online dan hampir bersamaan, Mr Anh, buyer saya juga tiba dari arah yang berbeda dan turun dari mobil mercedes berwarna silver.
Kami lalu duduk didekat jendela besar sembari menunggu pesanan. Terlihat pelayan datang membawakan cold vietnamese tea sebagai complimentary minuman pembuka.
Mr Anh langsung meminta menukar dengan warm tea karena tahu saya tidak suka minuman dingin. Tak lama, kopi Vietnam pesanan kami tiba dan saya mencoba menikmati. Rasanya hampir mirip dengan the real kopi tradisional Vietnam yang biasa saya nikmati di cafe kecil di dekat hotel.
Mr Anh menerangkan “Trung Nguyen ini tidak hanya perusahaan kopi nomor satu di Vietnam, ia juga adalah pelopor yang ingin memperkenalkan kopi Vietnam dengan cita rasa aslinya.”
“ Mr Anh, dia pelopor dalam hal apa ? bukankah Vietnam sudah dari dulu terkenal sebagai pengeksport kopi nomor dua di dunia setelah Brazil ? Negara saya di nomor empat setelah Colombia. Oh well, datanya bisa berubah terus, tapi yang pasti negara kamu sangat hebat terutama jika dilihat dari ukuran negaranya.”
“Sebelum chairman Vu memperkenalkan kopi Vietnam dengan cita rasa aslinya, kopi Vietnam di export bukan dalam bentuk roasted tapi hanya sebagai ‘green coffee’ sehingga tidak banyak yang tahu kalau roasted coffee yang biasa kami nikmati disini sangatlah enak.”
“Chairman Vu ? “Saya mengeryitkan kening.
“Itu panggilan akrab dari owner cafe ini. Dia focus menghasilkan coffee dengan cita rasa asli tanpa sedikit pun tergoyah untuk mengubah rasanya dengan mengikuti selera pasar di luar negeri. Kopi dengan merk ini walau pun kamu coba di luar negeri akan sama dengan kopi yang kamu coba di cafe-cafe tradisional di sini. Kopi yang dibuat turun temurun mengikuti resep tradisional sehingga rasanya tidak akan pernah berubah.” Ia menerangkan.
“Ah jadi itu salah satu rahasia kesuksesan Chairman Vu. Focus untuk mendeliver kopi Vietnam sesuai dengan rasa aslinya sehingga bisa menembus premium market hingga mendunia. “ Saya pun mulai sok akrab memanggil dengan sebutan yang baru saja saya dengar semenit yang lalu dan kami pun melanjutkan meeting tersebut.
Percakapan singkat itu kembali muncul menembus ruang waktu disaat saya membaca testimoni dari mbak Anastasia beberapa hari yang lalu.
“Aku ingat pernah makan keju edam tua yang umurnya 5 tahun juga umur 10 tahun dari toko keju terkenal di Amsterdam. De Grunteman somehow shares that memory resemblance.” Hidung saya mulai kembang kempis dan melanjutkan membaca testimoninya.
“Keju-keju yang berlabel approved oleh para cheese fromage atau ahli keju ? Trust me, De Grunteman itu gak kalah rasanya sama keju mahal itu.”
Ia menutup testimoninya dengan rangkaian kata yang membuat pipi saya merona merah karena tersipu malu bercampur bahagia dan membalas testimoninya.
” Thanks banget. Mentor Italyku pernah bilang, kalau masuk premium market tidak gampang. Sudah bukan di fase compete tentang komposisi yang harus real susu , tanpa pengawet, tanpa minyak nabati , etc. Tapi sudah difase atas yaitu head to head compete mengenai rasa sesuai asal keju dan butter tersebut.“
Testimoni singkat ini tentunya sangat berharga karena apalah saya, hanya seorang baby yang mengawali dengan zero experince, walau pun bisa dikategorikan baby yang ngeyel. Sudah tahu impossible masih tetap saya terobos dan terjang segala rintangannya.
Dear me, thank you for being so stubborn.I love you dearly.
“What’s frustrating more than anything is when chefs start to cut corners and believe that they are incognito in the way they send out appetizers, entrees, and they know it’s not 100 percent, but they think the customers can’t spot it.”
Gordon Ramsay – Scottish Chef
April 26th,2022

