“Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving.” Albert Einstein
Di tengah pasar yang penuh suara dan warna itu, pelajaran sederhana muncul begitu saja. Ternyata ketenangan bukan berarti dunia melambat tetapi ketika kita mampu menari mengikuti perubahan tanpa kehilangan napas sendiri.
Saat saya dan Mbak Patsy berjalan menjauh dari kios itu, suasana pasar tetap berdenyut seperti detak yang tidak pernah berhenti.
Lampu gantung masih bergoyang, aroma makanan masih memenuhi udara serta tawa dan langkah orang masih saling bertabrakan. Namun ada sesuatu yang berbeda dalam cara saya melihatnya.
Bayangan ibu muda tadi masih melekat di ingatan. Caranya berhenti tanpa ada nada panic, menenangkan bayinya, lalu melanjutkan pekerjaannya dengan ritme baru.
Ibu itu tidak memaksa keadaan. Ia hanya menyesuaikan diri, seolah tahu bahwa dunia tidak akan pernah sepenuhnya mengikuti langkah kita. Kadang justru kita yang perlu mengatur ulang langkah kita sendiri.
Saya mulai memahami bahwa hidup memang jarang memberikan alur yang rapi. Kita sering ingin semuanya berjalan seirama, tetapi pada kenyataannya irama hidup berubah tanpa izin.
Namun di balik setiap perubahan itu, selalu ada ruang kecil untuk menemukan keseimbangan. Ruang yang muncul ketika kita mau berhenti sejenak, mengatur ulang pijakan lalu melangkah kembali.
“The only way to make sense out of change is to plunge into it, move with it, and join the dance.” Alan Watts
Part 27.

