0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“I choose gentleness. Nothing is won by force. I choose to be gentle.” Max Lucado

 

Bus sedikit berguncang saat melewati tikungan. Dari arah samping, suara salah satu wanita yang duduk bersama rombongannya kembali terdengar. Nadanya  sedikit lebih pelan, tapi tetap cukup jelas.

 

“Semalam saya kerja sampai jam 2 malam,” sambil terkekeh ringan. “Baru selesai membersihkan toilet jam 1 malam. Majikan saya kalau weekend, tiba-tiba rajin kasih tugas. Minta saya lembur, katanya, mumpung saya belum lelah.”

 

Temannya menanggapi dengan nada datar tapi lembut “Iya, rasanya waktu bukan milik kita. Padahal  rasanya ingin berkumpul di Victoria Park, sekadar melepas rindu pada bahasa sendiri. Tapi namanya juga cari makan di negeri orang.”

 

Terdengar tawa kecil, tapi bukan tawa yang lepas. Lebih seperti jeda agar tidak terlalu hening. Saya menoleh sekilas, lalu kembali menatap ke luar jendela. Suara mereka perlahan menyatu dengan deru kota dan ikut melapisi pagi.

 

Pekerjaan yang mereka jalani bukan sekadar menyapu lantai atau memasak di dapur orang lain. Tapi tentang bagaimana tetap menjaga kelembutan di tengah kerasnya perlakuan.

 

Di balik pekerjaan mereka, tersembunyi kesabaran yang tak bisa dibeli, dan keteguhan yang tak butuh disorot. Mereka kelak  akan pulang bukan hanya dengan upah di kantong, tapi juga cara baru dalam memahami arti pulang itu sendiri.

 

Mungkin itu inti dari traveling. Bukan seberapa jauh kaki melangkah, tapi seberapa dalam kita menyerap, lalu tetap memilih menjadi manusia yang lembut, meski orang sekitar tidak selalu  memberi ruang untuk kelembutan itu tumbuh.

 

“You may not control all the events that happen to you, but you can decide not to be reduced by them.” Maya Angelou

Part 31.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!