0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Some dreams bloom like flowers. They open only when the season is right.”

 

Langkah saya terhenti sejenak, tapi pikiran terus berjalan. Di ujung trotoar itu, di bawah sinar lampu yang temaram, saya mendongak, menatap bulan yang perlahan muncul dari balik awan. Cahaya lembutnya seperti menggambar jejak samar di jalanan yang beraspal.

 

Saya tertegun memperhatikan rembulan yang bergerak perlahan di atas langit, seakan sengaja menyembunyikan dirinya di balik awan, hanya untuk muncul kembali dengan tenang. Tidak tergesa tapi penuh kepastian. Di saat itu, saya merasa ada pesan terselip dalam gerakannya.

 

Seperti bulan, hidup juga punya irama yang tak bisa dipaksakan. Kadang, kita hanya perlu memberi waktu pada diri sendiri untuk berhenti sejenak, lalu muncul kembali dengan tenang dan lebih bermakna.

 

Angin malam berembus lembut, membelai wajah dan membawa aroma debu bercampur wangi samar aneka bunga dari kejauhan. Rasanya seperti panggilan untuk mendengarkan lebih dalam dan membiarkan hati berbicara tanpa gangguan.

Gerakan bulan yang perlahan menapaki langit  mengajarkan agar tidak selalu tergesa-gesa. Kadang, langkah kecil yang sabar justru membawa kita ke tempat yang lebih berarti.

 

Dalam diam, saya belajar bahwa ada hal-hal yang tak perlu dipaksa saat itu juga. Ada impian yang lebih indah jika dibiarkan tumbuh perlahan, seperti bunga yang hanya mekar di musimnya. Dan ada langkah yang lebih bermakna ketika diiringi ketenangan, tanpa takut tertinggal.

 

Melanjutkan langkah kaki menuju hotel, saya sadar bahwa perjalanan hidup tak selalu soal tujuan akhir. Ada nilai dalam setiap jeda, dalam setiap detik yang melambat, karena di situlah hidup benar-benar terasa hidup.

 

“Even the moon takes its time to illuminate the world—so why shouldn’t we?”

Part 7.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!