“Faith means living with uncertainty, feeling your way through life, letting your heart guide you like a compass.” — Dan Millman
Sophie meraih cangkirnya dan meniup pelan permukaan tea yang masih hangat. “Mama, you know, sometimes the waves don’t come right away,” dengan mata yang mengikuti uap tea yang menari di udara.
“You can wait for hours and nothing happens but then, out of nowhere, one perfect wave appears. If you leave too soon, you miss it.”
Saya terdiam sejenak, memandang wajahnya yang diterangi cahaya kuning dari dapur. “Jadi, menunggu juga bagian dari surfing itu sendiri yah, sayang ?” dengan suara terdengar nyaris seperti bisikan.
Sophie mengangguk lalu tersenyum dengan mata yang berbinar. “Yes, Mama.” Saya menatap cangkir di atas meja dan membiarkan pikiran mengalir. Ternyata, menunggu saat ombak datang juga mengajarkan Sophie tentang kesabaran.
Seperti laut yang mengingatkan bahwa kita tidak selalu bisa mengendalikan segalanya. Kita pun tidak perlu mengejar ombak, cukup bersiap saat ombak itu datang.
Saya menarik napas dalam-dalam dan membiarkan kata-katanya tinggal di udara bersama aroma tea melati yang menemani kami sedari tadi. Dari kejauhan, angin berembus pelan dan membawa samar aroma laut.
Surfing mengajarkan bahwa ada nilai dalam menunggu tanpa gelisah. Seperti laut yang menanti matahari untuk kembali terbit, kadang yang paling indah datang kepada mereka yang tahu cara menunggu tanpa kehilangan keyakinan.
“Rivers know this: there is no hurry. We shall get there someday.” A.A. Milne Winnie the Pooh
Part 15.

