“We want to fall and get up more often and that’s what I mean by fall fast and get yourself back up instead of lying on the ground and complaining. I wanna embrace falling because that’s taking risk and you only fall when you push the boundaries”
Simon Sinek, the author of “Start with why” and “The infinite game”
Keju Belanda dibuat, dikonsumsi dan sangat dicintai oleh para penduduknya. Hal tersebut karena cara pembuatan dan resepnya masih sangat berpegang teguh pada tradisi nenek moyang mereka sejak ratusan tahun yang lampau.
Para penduduk Belanda dan pencinta keju sejati yang sejak lahir sudah terbiasa memakan keju akan sangat mudah membedakan the original taste atau hanya sekadar keju yang berbahan natural susu tanpa cita rasa aslinya.
Bagi mereka itu adalah dua hal yang berbeda karena tidak semua keju natural mempunyai original taste dan itulah yang menjadi pembeda di target market. Pada awal pandemic, border ditutup sehingga saya mulai panic karena stock keju dan butter Belanda semakin menipis.
Biasanya saya menyempatkan untuk transit di Hong Kong atau pun Manila yang merupakan surganya makanan import terbaik di dunia, termasuk Dutch creamery.
Ditengah keputus asaan , saya memutuskan untuk belajar membuat keju dan butter sendiri walau pun tentunya sangat nervous. Lidah Chris sangat terlatih untuk membedakan karena sebagai orang Belanda, keju adalah makanan sehari-harinya sejak lahir.
Pengetahuan saya tentang perkejuan tidak hanya nol tapi minus sehingga impian untuk menyuguhkan Dutch creamery buatan sendiri di menu keto Chris adalah next to impossible.
Saya mulai belajar dari Youtube namun selalu gagal hingga akhirnya saya mendapatkan rekomendasi untuk menghubungi mbak Lina. Ia salah satu murid ibu Ines yang sudah mempunyai pengalaman banyak dalam membuat keju. Saya meminta untuk belajar keju basic secara private one on one di rumah saya.
Ia sangat tulus mengajarkan semua ilmunya bahkan tidak pernah merasa diganggu jika saya tiba-tiba wa dengan segala kepanikan disaat trial yang pada akhirnya error.
Berapa banyak gagalnya saat itu ? ratusan kali. Hampir setiap hari saya trial dengan puluhan liter susu bahkan disaat jenuh pun , saya memaksakan diri untuk tetap trial setidaknya semingu sekali.
Saat itu saya sudah tahu akan jatuh dan terus jatuh tapi hanya ingin jatuh ke depan, karena disaat jatuh dengan posisi tersebut saya akan bisa melihat kedepan target yang akan saya hit.
Setiap eksperimen yang gagal satu langkah akan membuat saya satu langkah lebih dekat kepada impian. Suatu yang normal jika gagal dalam beberapa titik kehidupan dan saya harus terima kenyataan tersebut.
Saya juga tahu soon or later akan mempermalukan diri sendiri, misalnya moment dimana saya jatuh terpeleset dan tidak hanya tersiram susu panas, namun beserta pancinya didepan mbak Tarmi, mbak Narti dan Mbak waty , ART yang ikut membantu saat itu.
Saya hanya meringis dan embrace it karena itu adalah resiko , seperti halnya jika bermain api , pasti ada resiko terbakar dan jika bermain air ada resiko tenggelam.
Saya langsung berdiri mengambil lap dan menyeka sekujur tubuh yang melepuh dan perih terkena tumpahan susu panas lalu melanjutkan mengaduk susu yang masih tersisa di panci yang lain.
Dalam setiap adukannya saya tak henti berdoa dan berdoa. Saya gagal dan gagal dan terus gagal diiringi tetesan air mata karena belum menemukan quality dan taste yang saya inginkan.
No problem, bukankah orang yang berada di kolam renang long enough, lama-lama akan mahir berenang ?
Here is the kicker, puluhan bulan terlewati dan di saat distributor memberikan testimoninya “ Bu Sarah, saya pernah baca ulasan bagus product ibu diluar negeri dalam bahasa Inggris. Saya sih very happy bisa dikasih izin jual product butter mewah ini dan saya sudah paham why mahal.”
Perih yang saya rasakan secara fisik misalnya ketiban susu panas beserta pancinya mau pun mental yang hampir 1/2 gila dalam proses pembelajaran selama puluhan bulan langsung tergantikan rasa sejuk disaat mendengarkan barisan kalimat tersebut.
I do believe bahwa semua orang mempunyai bakat untuk berhasil tapi seberapa besarkah nyali untuk gagal dan terus gagal karena porsi tersebut haruslah lebih besar daripada impian saya.
Mbak Lina adalah salah satu orang yang sangat berjasa didalam journey ini. A good teacher teaches from the heart and that is you, Mbak Lina sayang.
“Everyone falls, but what’s important is picking yourself back up. And if you’re in the right place, others will be there to lend a hand.”
Simon Sinek, the author of “Start with why” and “The infinite game”
March 6th, 2022


