“Wherever there is a human being, there is an opportunity for kindness.” Seneca
Lampu-lampu airport memantul di lantai yang baru saja dipel oleh dua petugas kebersihan, menciptakan kilau dingin yang terasa akrab.
Keduanya mengenakan seragam biru gelap dengan logo Angkasa Pura. Gerak mereka pelan namun teratur, seolah sudah hafal ke mana harus melangkah tanpa perlu saling menoleh.
Saat saya melintas, sesuatu jatuh dari saku tas. Hanya satu bungkus kecil tissue, nyaris tanpa suara saat menyentuh lantai. Salah satu dari mereka berhenti, menunduk, lalu menyusul sebelum mengulurkannya tanpa banyak kata.
Senyumnya singkat, hampir sekadar isyarat. Saya mengucapkan terima kasih, lalu langkah kami kembali berpisah. Ia berbalik ke tempatnya semula dan melanjutkan tugasnya, seolah tak ada yang perlu diingat.
Namun moment itu tertinggal lebih lama dari yang seharusnya . Di ruang yang penuh orang datang dan pergi, pertolongan kecil itu terasa seperti pengingat yang tenang.
Barangkali hidup juga sering dirapikan oleh tangan-tangan yang jarang kita perhatikan. Orang-orang yang memastikan segalanya tetap berjalan, tetap aman, tetap bisa dilalui, tanpa pernah menuntut untuk dilihat.
Mungkin, pelajaran sore itu bukan hanya tentang apa yang kita bawa atau lepaskan, tetapi tentang siapa yang memilih membantu dalam diam, lalu berjalan pergi seolah itu memang sudah seharusnya.
“Carry out a random act of kindness, with no expectation of reward.” Princess Diana
Part 18.

