0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Going home with love in your heart is a journey too.”

 

Lamunan tentang kisah bersama koper itu tiba-tiba pecah saat Chloe menarik lembut tangan saya. “Mama, will we fly to another country after this?” tanyanya pelan. Saya menoleh dan terlihat mata beningnya memantulkan cahaya lampu yang terlalu terang.

 

Pandangannya terarah ke deretan booth di sekitar, tempat di mana langkah kami sering berpindah dari satu negara ke negara berikutnya. Kadang dari satu senyum ke senyum lain yang terlalu cepat menghilang.

 

“Untuk mama dan tante Patsy, iya, sayang,” membiarkan kata-kata tersebut mendarat perlahan di telinganya. Ia menggigit bibir bawahnya. Ada sedikit sedih di matanya, tapi juga kilat kecil penuh harap.

 

“Mama akan lanjut ke Philippines. Tapi Chloe mama antar pulang dulu, karena sekolah tetap harus jalan. Izin Chloe cuma sebentar, sayang.” Saya menyelipkan helaian rambutnya yang wavy dan natural brown ke belakang telinganya, lembut.

 

Wajah kecilnya tertunduk, lalu dengan suara hampir seperti angin, ia berkata, “But I want to join… and have es halo-halo and Bonchon chicken again.” Tatapannya seperti sedang menawar libur yang belum siap selesai.

 

Saya tersenyum, meski ada sejumput getir yang tak bisa saya sembunyikan. “Mama juga ingin Chloe ikut terus, but going home with a happy heart is just as special as going somewhere new.” Sembari mengusap pelan punggung tangannya yang mungil.

 

Ia diam, lalu perlahan menyender di bahu saya, seolah ingin mengatakan bahwa ia mengerti, walau belum seluruhnya. Di samping kami, Mbak Patsy mengangguk pelan. Ia tak berkata apa-apa, tapi senyumnya seperti selimut tipis yang menghangatkan, tanpa mengusik.

 

“Coming home with joy is just as precious as discovering new places.”

Part 16.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!