0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The quieter you become, the more you are able to hear.” Rumi

 

Suara night market masih bergulung seperti gelombang kecil yang tidak pernah benar benar berhenti. Lampu gantung terus berayun dan pantulan warnanya menari di permukaan jalan yang lembap.

 

Aroma cumi dan udang bakar serta rempah dari panci besar masih mengudara ketika langkah saya dan Mbak Patsy melewati deretan kios berikutnya. Di sisi kiri, seorang ibu muda sedang menata aneka pilihan kuah mie di meja kayunya.

 

Gerakannya lincah, tetapi matanya terus mencuri waktu menengok bayi di stroller kecil yang ditutupi kain tipis merah bermotif bunga. Ketika bayinya menggeliat lalu menangis pelan, ia berhenti tanpa ragu.

 

Dengan tenang ia mengangkat bayinya, menidurkannya di dada lalu memindahkannya ke dalam tali gendongan. Setelah memastikan kepala kecil itu nyaman, ia kembali menata meja.

 

Kali ini gerakannya tidak secepat tadi, namun terasa lebih mantap. Ada ketegasan lembut dalam cara ia menyesuaikan diri, seolah ia sudah hafal bahwa ritme hidup tidak pernah benar benar menetap.

 

Saat saya dan Mbak Patsy mulai berjalan lagi, pemandangan ibu itu masih tinggal di pikiran. Kegesitannya mengingatkan saya bahwa hidup memang sering meminta kita mengubah ritme saat keadaan bergeser.

 

Tidak perlu memaksa diri menang di semua sisi dalam satu waktu. Kadang yang paling penting adalah mengenali moment kecil ketika harus merespond yang membutuhkan perhatian lalu melanjutkan dengan ritme yang lebih selaras.

 

“Life changes its rhythm without warning and we change with it, one breath at a time.”

Part 26.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!