0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Despite the miles, the cultures, and the languages, it is the similarities we recognize in each other that bring us closer.”

 

Aroma coffee dari salah satu sudut lobby berpadu dengan wangi lantai yang baru dipel, menciptakan suasana pagi yang tenang. Beberapa tamu melintas dengan koper mereka, sementara percakapan dalam bahasa Thai mengalun pelan, mengisi ruangan bagaikan alunan melody di background.

 

Saat kami tiba di meja receptionist, seorang pria setengah baya berdiri di balik counter, mengenakan kemeja rapi dengan senyum ramah. Saya mengeluarkan passport dan menyerahkan kepadanya. Begitu melihat sampul hijau itu, ia langsung berseru, seakan menemukan sesuatu yang familiar.

 

“Indonesia? Oh, Assalamualaikum!” serunya penuh semangat, seperti menyambut sahabat lama. “Indonesia agama majoritynya adalah Moslem. Saya juga Moslem! Nanti saya tunjukkan night market, tidak jauh dari sini. Banyak makanan halal! Ada chicken, beef, dan banyak lagi!”

 

Chloe menoleh ke saya, matanya berbinar jenaka. Sebelum kami sempat menjawab, pria itu sudah kembali berbicara, tangannya bergerak antusias, seakan ingin memastikan kami benar-benar mengerti. “Kalian pasti suka karena banyak halal food! Mungkin nanti malam kalian bisa ke sana?”

 

Saya dan Chloe bertukar pandang, hampir tersenyum mendengar antusiasmenya yang tak terbendung. Kami membiarkan gelombang kata-katanya mengalir, sebelum akhirnya menjawab dengan lembut, “Waalaikumsalam.”“Oh, iya iya!” katanya cepat, seakan baru sadar bahwa kami belum sempat merespond.

 

Chloe terkikik kecil di samping saya. Bukan menertawakan, tapi lebih karena kebiasaan anak-anak yang mudah terhibur melihat seseorang begitu penuh energy. Saya menatap pria itu, lalu Chloe yang masih tersenyum, lalu diri saya sendiri yang tiba-tiba merasa hangat oleh moment ini.

 

Oh well, begitulah manusia, selalu excited saat menemukan kesamaan,  entah itu bahasa, kepercayaan, atau sekadar hobby. Mungkin itulah yang membuat dunia ini terasa lebih akrab karena saat kita melihat bagian dari diri kita dalam diri orang lain, tanpa sadar, kebahagiaan pun muncul.

 

“The beauty of the world lies in its diversity, yet it is our similarities that bring us closer together.”

Part 5.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!