0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Sometimes it’s not that we complain too much, but that we’ve never felt safe enough to say the deeper thing.”

 

Cahaya pagi perlahan menyapu jendela, menyingkap barisan pulau-pulau kecil di sekitar Hong Kong yang mulai muncul satu per satu. Laut di bawah tampak tenang, berkilau perak oleh pantulan matahari yang datang tanpa tergesa.

 

Wanita di samping saya menatap ke bawah, matanya mengikuti garis pantai yang samar. Ia menarik napas pelan. “Saya sudah beberapa kali ke kota ini. Tapi entah kenapa, setiap kali datang, rasanya tetap berat.”

 

Saya menoleh sedikit, menunggu ia melanjutkan. “Kadang saya berpikir,” ujarnya ragu, “Is it just me, or do I complain a lot?” Saya tidak langsung menjawab.

 

Lalu, dengan suara rendah saya berkata, “”I don’t think you complain too much. I think you’ve just been holding a lot inside, and sometimes that stuff has to find a way out.” Ia diam sebentar, seolah menimbang kata-kata itu.

 

“Wajar merasa lelah,” lanjut saya. “Tapi kadang, kita sibuk mencari apa yang kurang dari luar, padahal yang sebenarnya kita butuhkan adalah melepaskan apa yang menumpuk di dalam.”

 

Ia menoleh perlahan. Ada sedikit kelegaan di wajahnya “Jadi… tidak apa-apa kalau saya sering mengeluh?” Saya tersenyum tipis. “Bukan soal boleh atau tidak. Maybe it’s just time to listen to what’s been sitting heavy inside you.”

 

Ia menarik napas panjang, lalu mengangguk perlahan. “I thought I was just behind in life. Tapi mungkin… saya terlalu banyak memendam, dan itulah kenapa semuanya keluar dalam bentuk keluhan.” Cahaya pagi menyapu wajahnya pelan, seolah memberi jeda yang selama ini ia cari.

 

“Not all heavy hearts shout, some whisper through repeated sighs.”

Part 5.

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!