0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Love often speaks its purest language in moments of shared silence.”

 

Akhirnya, setelah terlarut dalam keheningan yang Chloe berikan, badai dalam pikiran perlahan reda. Saya menarik napas panjang, membiarkan aroma rempah dari dapur mengisi ruang di dada, lalu mengembuskannya perlahan, seolah melepaskan segala beban yang sempat mengikat.

 

Mata saya bertemu dengan Chloe, yang kini tersenyum kecil seolah tahu, tanpa perlu kata-kata, bahwa saya sudah siap berbicara. “Chloe sayang,” suara kini terdengar lebih ringan dari sebelumnya. “Terima kasih sudah menemani Mama di tradeshow Hong Kong yah.”

 

Chloe menatap dengan mata lembut yang memancarkan kedewasaan jauh melampaui usianya. “I am happy too, Mama. Walau terkadang rindu dengan Sophie, tapi nanti Sophie juga pasti akan rindu dengan saya saat giliran Mama mengajaknya ke negara berikutnya,”

 

Ucapannya yang polos mengalir dengan ketenangan yang membuat hati hangat. Anak ini, dengan caranya yang sederhana, selalu tahu bagaimana menyentuh jiwa saya.

 

 

Tak lama kemudian, pelayan datang dengan senyum ramah, menyerahkan kotak pizza yang sudah kami pesan untuk dibawa pulang ke hotel. Chloe mengambilnya dengan cekatan, dan kami berdiri, bersiap meninggalkan restaurant.

 

Saat kami berjalan menuju pintu, suara denting panci, gelas yang beradu, dan tawa riuh terasa perlahan memudar. Kebisingan itu hanya menjadi latar, sementara hati saya dipenuhi keheningan yang mendamaikan.

 

Chloe menggenggam tangan saya erat, seolah berkata tanpa suara bahwa di tengah kebisingan dunia, kami bisa saling menguatkan. Dalam caranya yang begitu sederhana, ia mengajarkan lagi tentang keindahan kebersamaan, dan tentang cinta yang terkadang tak perlu dibungkus kata-kata.

 

“Some lessons of love are whispered through gestures, not spoken aloud.”

Part 13.

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!