0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“What stays with us isn’t always something we can touch, but what we choose to carry softly within our hearts.”

 

Sophie tersenyum tipis, seolah menangkap rahasia kecil yang tak terucapkan. Di matanya, ada cahaya baru yang tak bisa saya jelaskan dengan kata-kata, semacam kedamaian yang tumbuh dari pengertian yang tidak butuh suara untuk menjelma utuh.

 

Kami duduk di lantai atas gedung BITEC, tak jauh dari deretan jendela besar. Sinar matahari pagi jatuh lembut menari di atas lantai marmer, sebelum berhenti di tepi carpet yang membungkus sebagian ruang dengan kehangatan tak kasat mata.

 

Di kursi itu, kami membiarkan waktu mengalir perlahan, seperti daun yang jatuh perlahan ke tanah,tidak tergesa, tapi pasti. Kenangan tentang kehilangan pencil yang pernah membuat matanya berembun, kini hadir sebagai cerita yang lembut.

 

Semoga suatu hari nanti, saat dunia kembali mengajaknya melepaskan, entah dalam bentuk kehilangan, perubahan, atau perpisahan, ia akan berdiri di tengahnya dengan hati yang tenang.

Tangannya yang terbuka, bukan untuk menggenggam, melainkan untuk menerima. Jiwanya  yang tak lagi dipenuhi tanya, hanya akan berbisik pelan, thank you for being here, even if just for a while.

 

Kelak, saat ia melangkah sendiri, ia akan tahu bahwa tidak semua kehilangan perlu ditangisi. Beberapa cukup disimpan dan dibungkus dengan hati penuh  rasa syukur, seperti daun kecil yang kadang ia selipkan di antara halaman drawing book-nya.

 

Semoga ia bisa mengerti bahwa hidup bukan tentang menggenggam sekuat tenaga, tapi memberi ruang bagi yang indah datang dan pergi, lalu menjaga apa yang tinggal di dalam jiwa. Bukankah yang menetap  seringkali bukan yang terlihat, melainkan yang perlahan berdiam di sudut ingatan ?

 

“Memories are soft footprints left along the winding path of time.”

Part 39.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!