0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Endurance isn’t about brightness, it’s about not fading when it matters most.”

 

Bus akhirnya berhenti di halte, namun langkah saya terasa tertahan sejenak sebelum turun. Masih ada yang ingin saya bawa dari perjalanan singkat ini, bukan dalam tangan, tapi dalam dada.

 

Di belakang, suara mereka kembali terdengar pelan, mengalir di antara dengung machine yang mulai diam. Tentang gaji yang terlambat dan selalu dipotong agent dan tentang lelah yang tak pernah diberi ruang untuk beristirahat.

 

Namun di tengah semua itu, tetap ada tawa kecil yang mengisi celah antar kalimat. Tawa yang lahir dari ketangguhan yang tak pernah minta disorot dan tumbuh di antara sempitnya waktu dan kerasnya hidup.

 

Saya teringat satu hal  bahwa hidup bukan selalu tentang pilihan, tapi tentang menjadikan keterbatasan sebagai jalan. Mereka tidak menunggu keadaan menjadi ramah namun mereka tetap berjalan.

 

Ada yang menjadi tulang punggung, meski punggungnya sendiri hampir patah. Ada yang menelan rindu sambil menyeka lantai rumah orang, agar anak di kampung bisa bermimpi lebih tinggi dari genteng rumah mereka.

 

Kadang, keberanian tidak selalu bersuara lantang. Ia justru muncul lewat tangan-tangan yang bekerja diam-diam dari fajar hingga larut malam dengan kepala tertunduk tapi hati tetap tegak.

 

Tidak semua perjuangan punya sorotan atau panggung. Ada yang cukup menahan air mata di dapur asing, dan mengirim doa dalam diam, dan mungkin doa itu bahkan tak sempat selesai karena tangan sudah kembali harus bekerja.

 

“Some lights don’t flicker, not because they’re strong, but because they must stay on.”

Part 35.

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!