0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“We don’t see things as they are , we see them as we are.”

Anaïs Nin

 

Hempasan dinginnya AC dari gedung tempat kami tradeshow membuat suasana diluar terasa hangat. Saat mendongak ke teduhnya iringan awan, terlihat sekelebat jerebu putih di birunya langit seakan ingin mengucapkan selamat sore.

 

Walaupun sudah sekian kalinya saya dan mbak Yovi bertandang ke Sydney, namun kali ini terasa special karena ibu Toyo, mamanya mbak Yovi turut serta menemani. Sore itu, kami tak sabar ingin menikmati cemilan sore di salah satu cafe dengan menu best sellernya yaitu Reuben sandwich.

 

Roti gandum dengan lembutnya tumpukan daging pastrami yang teriris tipis di pairing renyahnya potongan sauerkraut. Disempurnakan dengan Russian dressing yang merupakan perpaduan creamy mayonnaise, tomato sauce, sour cream, spicy horseradish lumer perlahan di dalam rongga mulut.

 

Kami menikmati cemilan dengan syahdu, namun tiba-tiba sekawanan burung camar menyambar sandwich yang baru dinikmati satu gigitan dari tangan bu Toyo.

 

“Tante, sandwichnya dibawa kabur.” Saya berteriak bercampur kaget.

 

“Wah burung e sak sek.” Mbak Yovi ikut kaget akan kegesitannya menyambar sandwich yang lenyap dalam sekejap mata.

“Tidak apa, rezekinya burung tersebut makan sandwich.” Sembari tertawa bu Toyo terlihat tetap sumringah tanpa ada rasa kekesalan sedikit pun.

 

Cuplikan kisah dimana bu Toyo focus hanya on the bright side of  what happen in life. Positive thinking bagi beliau adalah approaching everything in life with a positive outlook. It does not necessarily mean ignoring the bad things, instead,it involves making the most of the potentially bad situations and trying to see the best in a positive light.

 

“Keep your face to the sunshine and you cannot see a shadow.”

Helen Keller

Bagikan ini:
error: Content is protected !!