0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Life moves in quiet circles, a kindness once given will always find its way home, even if by another road.”

 

Mbak Patsy menatap meja yang kini hampir kosong, lalu menunduk pada kopernya yang isinya kini kurang dari setengah, padahal baru hari kedua tradeshow.

 

Ia menarik napas panjang, sempat terlintas kekhawatiran jika nanti ada buyer yang ingin memesan custom sementara sample sudah hampir habis. Tapi kemudian ia tersenyum kecil, mengingat masih ada photo product yang bisa ia andalkan.

 

Rasa syukur dari mbak Pasty terlihat mengalir tulus. Tas Kain perca itu sebenarnya bukan product utama, hanya pelengkap untuk memperkenalkan kerajinan tangan dari Indonesia di antara perhiasan mutiara dan batu alamnya.

 

“Puji Tuhan, barangku berkurang lima kilo,” ujarnya sambil tertawa kecil. Ada cahaya lembut di matanya, campuran antara perasaan lega, syukur  dan takjub bagaimana kebaikannya langsung kembali padanya dengan sangat cepat.

 

Pikirannya melayang pada salah satu pelanggan setianya yang kemarin membeli perhiasan dalam jumlah banyak. Ia masih ingat bagaimana ia menyelipkan satu tas kain perca sebagai hadiah kecil, hanya untuk kantung belanja.

 

Siapa sangka, pagi ini, tas-tas kain perca dari koleksi yang sama justru diborong oleh orang lain, seluruhnya, tanpa menawar dan tanpa banyak tanya. Ia menatap koper yang kini terasa ringan dan tersenyum pelan.

 

Kadang, kebaikan berjalan memutar dengan caranya sendiri. Ia mungkin tak kembali lewat jalan yang sama, tapi ia selalu menemukan waktu yang tepat untuk pulang.

 

“What you give comes back to you, not always from the same hands, but always with the same warmth.”

Part 11.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!