0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Sometimes you have to let go of the life you pictured to make room for the life that’s waiting for you.” – Joseph Campbell

 

Arsyl tetap duduk diam, matanya terpaku pada dedaunan yang bergerak perlahan, seolah menyelami pikirannya lebih dalam. Angin pagi yang membawa udara segar menerpa wajah kami, seakan sedang bertarung dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

 

Melepaskan memang bukan hal yang mudah, terutama saat hati masih erat menggenggam sesuatu. Setelah beberapa saat hening, saya akhirnya berbicara lagi.

 

“Arsyl, terkadang kita melepaskan bukan karena ingin melupakan atau karena sudah tidak peduli. Justru sebaliknya, kita melepaskan untuk memberi diri kita ruang agar bisa tumbuh.”

 

Saya melanjutkan dengan lembut, “Seperti pohon yang menjatuhkan daunnya. Setiap daun membawa kenangan, tapi jika pohon itu terus memegangnya, tidak akan ada ruang untuk tunas baru yang akan membuatnya tumbuh lebih kuat dan lebih tinggi.”

 

Arsyl menoleh perlahan, menatap dengan sorot mata serious, mencoba menangkap maksud dari ucapan tersebut. “Jadi, melepaskan itu bukan berarti berhenti?” tanyanya ragu.

 

“Benar, melepaskan adalah bagian dari perjalanan. Bukan untuk menyerah, tapi untuk membuka diri pada sesuatu yang baru yang mungkin lebih baik. Kita tidak tahu apa yang akan datang, tapi tanpa melepaskan, kita akan terus terjebak di tempat yang sama, tanpa kesempatan untuk berkembang.”

 

Dia kembali terdiam, namun kali ini terlihat secercah pemahaman di matanya.  Melepaskan bukan berarti kehilangan segalanya. Melainkan tentang memberi diri kesempatan untuk menulis chapter baru, dengan kemungkinan yang lebih indah di depan sana.

 

“When you let go of what no longer serves you, you create space for what does.”

Part 8.

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!