“To raise a child in the way they should go, you must first let them find their path.”
Beberapa menit kemudian, saya duduk dengan tangan berpangku di meja dan membiarkan cahaya pagi merayap melalui jendela lalu menari lembut di wajah.
Sunyi itu memberi ruang bagi pikiran untuk melayang ke masa kecil ketika dunia mereka masih sebatas ruang lingkup dalam penglihatan saya.
Mata kemudian tertuju pada deretan pipa hidroponic di sudut rumah. Benih-benih aneka pepohonan yang dulu saya tanam kini tumbuh dengan subur.
Tanaman tersebut tidak perlu diawasi setiap saat karena matahari dan nutrisi yang tepat membuat mereka menyesuaikan diri sendiri.
Sesekali saya tetap memeriksa untuk memastikan pH dan nutrisi cukup agar tetap sehat dan kuat.
Melihat itu membuat saya tersadar kalau anak-anak pun sama. Mereka belajar melihat dunia melalui mata mereka sendiri dan peran saya tidak selalu harus hadir setiap saat.
Memberi ruang berarti membiarkan cinta berkembang dalam bentuknya sendiri, seperti tanaman di pipa tersebut, mereka bebas menyesuaikan diri namun tetap terjaga oleh kehadiran yang lembut.
“Love blooms where freedom and guidance meet.”
Part 24.

